BEKU KÉNÉH DA YÉY !!

eko

Ada yang bertanya kok tumben saya tidak menanggapi isu yang rame sejak hari Rabu kemarin yaitu terkait pencabutan pembekuan PSSI… Saya jawab bahwa sebenarnya keadaan masih sama.

Kita jangan lupa bahwa yang menjadi dasar pembekuan PSSI adalah SK menpora, secara ketatanegaraan dalam konteks teori peraturan perundang-undangan, kehendak untuk menganulir SK ini ada 2 mekanisme…pertama adalah dengan diterbitkannya peraturan sederajat-dalam hal ini SK Menpora yangg menganulir aturan SK sebelumnya….kedua yaitu terbitnya aturan dengan hirarki lebih tinggi yang membatalkan SK tersebut…dalam hal ini peraturan Presiden.

Tapi hingga detik ini kan dua aturan yang dimaksud itu belum ada….maka secara de jure SK itu ya masih berlaku…..sehingga semua statement-termasuk dari Presiden sekalipun….itu hanyalah statement politis, yang tentu bisa ditafsirkan berbeda-beda…sehingga menyebabkan munculnya 2 versi hasil dialog para petinggi sore itu.

Ieu Rame Lur : Pituin Di PSSI !

Lalu ada juga yang bertanya terkait putusan pengadilan yang memenangkan PSSI, mengapa saya tidak menganggapnya sebagai mekanisme ketiga pencabutan pembekuan PSSI ?

Penyebab kenapa saya gunakan kata “kehendak” saat awal pembahasan, memang maksudnya adalah kita bicara konteks kekinian di mana acuannya kan obrolan Rabu itu yang bicara tentang keinginan mencabut…bukan batal karena putusan pengadilan..tapi sekedar gambaran bahwa semua keputusan pejabat negara akan tetap dianggap benar sebelum dibatalkan oleh putusan final pengadilan..karena keputusan pejabat negara dianggap untuk kepentingan umum (walau banyak org bilang tidak…ini kan dianggap).

Nah lahirnya konsep putusan sela itu justru untuk mencegah kesewenang-wenangan negara…karena dalam banyak kasus penggusuran misalnya….warga ternyata menang di pengadilan tapi apa daya rumah sudah dibuldozer…jadi percuma menang juga……salah satu kelemahan dari putusan TUN…adalah dia tak memiliki lembaga eksekutorial…jadi memang sulit dilaksanakan jika tak ada itikad dari si pejabat itu sendiri…lebih ke moral, misal…masa iya udah kalah ditingkat banding masih ngotot juga,lebih baik legowo dan batalkan sendiri…tapi sekali lagi itu ke moral….kalo mau lanjut kasasi ya silahkan. (Eko Noer Kristiyanto alias Eko Maung)

 

*Penulis adalah Redaktur Senior di Bobotoh.id


 

 

Jika bobotoh mempunyai tulisan dan ingin ditayangkan di website bobotoh.id silahkan kirim melalui email : idbobotoh@gmail.com disertai nama lengkap, akun twitter dan foto.

 

[socialpoll id=”2330117″]


 

[socialpoll id=”2337640″]

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.