BMKG REVISI KEKUATAN GEMPA MENTAWAI SUMBAR KA 7,8 SR

Pasca-gempa 7,8 SR yang berpusat di Mentawai, Sumatera Barat pada Rabu (2/3/2016), Badan SAR Nasional menyatakan siaga I untuk daerah sekitar Mentawai, yakni Padang, Bengkulu dan Medan.

“Siaga 1 di Palembang, Bengkulu, Medan, sampai besok pagi diupayakan mengetahui informasi perkembangan di lapangan,” kata Kepala Basarnas Marshda TNI F Henri Bambang Soelistyo.

Dia mengatakan, Basarnas sudah berkoordinasi dengan Pemda Sumbar dan Basarnas Padang dengan BPBD setempat pasca-gempa di Kepulauan Mentawai.

Selain itu, lanjut Henri, Basarnas juga sudah menyediakan helikopter untuk memantau lokasi 10 anggotanya, tetapi hingga saat ini tidak bisa dihubungi.

“Semoga anggota Basarnas di sana baik-baik saja. Tidak terjadi kejadian kurang baik. Harapan kami agar rakyat tidak panik, tetapi berhimpun ketitik yang dianggap aman, agar rakyat tidak panik dan menyiapkan diri ke titik aman ketika bencana itu ada,” jelasnya.

Sementara itu, hingga pukul 20.35 WIB, warga yang bermukim di Padang, Sumatera Barat, mengaku kesulitan untuk menghubungi keluarga mereka yang ada di Kepulauan Mentawai pasca-gempa 7,8 SR.

Mengingat saat dihubungi, tak ada jawaban maupun nada sambung menuju Kepulauan Mentawai.

“Sejak 5 menit setelah gempa, warga di Kota Padang banyak kesulitan menghubungi keluarga mereka di Mentawai,” terang Nofri Guntala.

Menurut dia, diduga kuat jaringan telepon di Mentawai mengalami gangguan sesaat setelah gempa. (.id/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2337768″]

 

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.