BOBOTOH MENGHARIWANGKAN ADANYA PENJUALAN TIKET ONLINE DENGAN HARGA MAHAL !

Sebuah akun twitter bernama @bukan_macan menginformasikan terkait adanya penjualan tiket online Persib Bandung yang disebar melalui Blackberry Broadcast Massenger (pesan berantai). Lalu, akun @bukan_macan meminta komentar dari pihak bobotoh.id mengenai isi dari pesan berantai tersebut.

Setelah kami baca secara seksama, dalam isi pesan berantai itu disebutkan jika harga tiket bisa berubah-ubah hanya dalam hitungan hari saja dengan dalih laga Persib kontra Sriwijaya FC yang akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/3/2016) besok adalah laga big match. Selain itu, ada tulisan yang menyebutkan jika penjual adalah “offcial tiket asli Persib”.

Hasil screen shoot yang diterima bobotoh.id dari akun @bukan_macan, seseorang berinisilan DH ini menjual tiket dengan harga yang terbilang mahal. Untuk tiket timur, harga yang dirilis panpel sendiri adalah Rp 50.000, namun DH menjual dengan harga Rp. 85.000. Untuk tiket utara dan selatan, DH menjual dengan harga Rp 65.000 dari harga tiket yang sebenarnya adalah Rp. 30.000 dan untuk Barat 1 (samping VIP) DH mematok harga Rp 120.000 dari harga yang sebenarnya Rp. 75.000.

Akun twitter @bukan_macan pun mencoba mencari tahu tentang orang yang menjual tiket online ini. Kepada bobotoh.id, sang admin menceritakan awal mula mengetahui adanya penjualan tiket secara online melaui BBM.

“Awalnya kami tanya, ‘kamu calo?’. Si DH ini membalas tapi tidak menjawab pertanyaan yang kami lontarkan. Ia hanya menawarkan tiket tersebut. Lalu oleh kami dibalas lagi ‘kami khawatir beli tiket jika bukan di agen resmi, kemarin saja banyak yang palsu,” ujar admin @bukan_macan.

“Tapi dia berdalih jika tiket yang dijualnya asli, lalu kami balas saja jika harga yang mereka tawarkan mirip calo, mahal,” imbuhnya.

Pengakuan akun @bukan_macan, orang berinisial DH tersebut mengatakan, jika tiket laga Persib kontra SFC terbilang langka. “Dia juga kirim gambar tiketnya ke kami,” tuturnya.

Akun @Bukan_macan pun keukeuh tidak mau membeli dengan alasan takut tiket tersebut palsu. “Tapi dia bilang jika tiket yang didapatnya asli dari panpel,” ungkapnya.

Bahkan pria berinisial DH ini menceritakan ketika Ia berhasil membawa 30 orang bobotoh asal Cirebon ke Stadion. “lalu saya tanya, ‘kamu orang mana?’,” ujarnya admin @bukan_macan.

Akan tetapi pertanyaan yang dilontarkan akun @bukan_macan tidak dibalas oleh DH, pesan BBM-nya hanya dibaca saja. Hingga selang beberapa menit, kontak BBM pria berinisial DH hilang dari kontak BBM admin @Bukan_macan.

“Saya sempat menawarkan untuk bertemu, tapi lagi-lagi hanya dibaca saja. Hingga selang beberapa menit, kontak dia hilang, kontak BBM kami dihapus sama dia,” ungkapnya.

Bobotoh.id pun berusaha menelusuri tentang orang berinisial DH ini. Orang yang pertama kami tanya adalah Komandan Viking Persib Club, Yana Umar. Pria yang juga seorang dirijen Viking ini mengaku tidak mengetahui nama tersebut.

“Siapa ya, memang ada nama yang sama, tapi saya tidak tahu apakah dia atau bukan,” ujar Yana menjelaskan.

Yana juga menilai, harga yang dipatok oleh DH terbilang tidak wajar dan sangat mahal bahkan melebihi harga calo sendiri. “Viking Official Marchendise sendiri menjual dengan harga Rp 60.000 untuk tiket timur, karena itu yang 10.000 nya buat udunan koreo, bukan keuntungan pribadi,” ujar Yana.

“Jadi ini siapa yang menjual tiket ini, harus ditelusuri,” tegas Yana. (bobotoh.id/HL)

Catatan redaksi :

Memperoleh keuntungan dari sesuatu yang kita perdagangkan memang tidak dilarang oleh agama, namun yang patut digaris bawahi adalah adanya dasar “suka sama suka” dan “tidak merugikan orang lain”.

“Janganlah engkau saling hasad, saling menaikkan penawaran barang (padahal tidak ingin membelinya), saling membenci, saling merencanakan kejelekan, saling melangkahi pembelian sebagian lainnya. Jadilah hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya. Tidaklah ia menzhalimi saudaranya, tidak pula ia membiarkannya dianiaya orang lain dan tidak layak baginya untuk menghina saudaranya. (HR. Bukhari, no. 5717 dan Muslim, no. 2558)

Wallahu a’lam bishshawab.

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.