GERHANA MATAHARI BISA PERLAMBAT BAKTERI DIARE | KO BISA NYAK?

Gerhana matahari yang terjadi pada Rabu (9/3) di Indonesia bukan hanya mendongkrak pariwisata, namun ternyata memiliki dampak terhadap , salah satunya terhadap penyebab diare atau Escherichia coli.

Escherichia coli atau E coli merupakan bakteri yang paling sering ditemukan pada tubuh manusia. Bakteri yang secara alami hidup dalam usus manusia ini sering menjadi sebab terjadinya diare dan keracunan pada pencernaan manusia, meskipun dalam ambang normal justru bermanfaat bagi pembusukan makanan.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jornal of Pharmacy and Bioallied Sciences mengungkapkan bahwa fenomena alam gerhana matahari dapat mempengaruhi pertumbuhan dari beberapa bakteri.

Penelitian tersebut dilakukan saat 2010 ketika India mengalami gerhana matahari. Tim peneliti melakukan eksperimen terhadap beberapa bakteri seperti Staphylococcus aureus, Klebsiella species, Escherichia coli, dan C albicans. Mereka mengisolasi bakteri dalam kultur dan mencari tahu dampak cahaya gerhana matahari terhadap bakteri tersebut. Metode yang dilakukan adalah dengan menumbuhkan bakteri-bakteri tersebut pada kultur, kemudian para peneliti memberikan antibiotik lalu kultur tersebut dijemur pada dua kondisi, sinar matahari penuh dan sinar matahari saat gerhana selama durasi tertentu.

Hasil dari uji penjemuran tersebut ternyata cukup nyata terlihat. Berdasarkan hasil penelitian, terungkap bahwa pertumbuhan bakteri pada sinar matahari saat gerhana melambat dibandingkan dengan kultur bakteri yang dijemur sinar matahari penuh.

Ieu rame Lurr.. (EMIJING.. FOTO-FOTO GERHANA MATAHARI DI TWITTER)

Perlambatan pertumbuhan akibat perbedaan cahaya matahari tersebut terjadi pada semua bakteri dengan semua perlakuan antibiotik, termasuk pada E coli. Meskipun diberikan antibiotik, namun pertumbuhan bakteri pada kultur ini masih tergolong di atas rata-rata.

Meski banyak mitos yang mengatakan bahwa cahaya sinar matahari pada gerhana berbahaya bagi manusia, namun tim peneliti tidak berspekulasi tentang hal tersebut. Peneliti menyatakan bahwa cahaya gerhana matahari terhadap kehidupan mikroba tidak sampai mengancam kehidupan mikroba.

“Berdasarkan penelitian kami, kami dapat menyimpulkan bahwa paparan sinar gerhana matahari masih dapat mendukung kehidupan manusia juga mikroba,” tulis peneliti.

“Namun penelitian lebih lanjut dibutuhkan terutama pemanfaatan cahaya gerhana matahari untuk peningkatan imun tubuh dan menargetkan penghancuran sel-sel ganas guna membantu kehidupan manusia.” (.id/CNNIndonesia.com)

 

[socialpoll id=”2340018″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.