HAMIL, SISWI SMK INI LAPORKAN PACAR KE POLISI

Seorang pelajar berinisial NS (16) harus menanggung malu karena di usia muda dan ditinggalkan pasangannya.

NS, pelajar di sebuah SMK negeri di Kota Magelang itu pun melaporkan sang kekasih, AN (19), ke polisi karena tidak mau bertanggung jawab.

Atas laporan itu, polisi dari Polres Magelang Kota kemudian menggelandang AN ke mapolres setempat untuk dimintai keterangan.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani menjelaskan, dari pengakuan NS dan AN, keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka selama menjadi pasangan kekasih dalam rentang bulan Oktober – November 2015.

Terakhir mereka melakukan hubungan intim di kamar rumah korban di Kampung Rejosati, Kelurahan Magersari, Kota Magelang, di saat rumah dalam kondisi sepi.

Esti menuturkan, korban termakan rayuan tersangka dan bersedia berhubungan intim.

“Kejadian ini tidak hanya sekali, tapi berulang sebanyak lima kali di rumah korban pada saat sepi hingga akhirnya korban mengandung tiga bulan,” ujar Esti.

Esti melanjutkan, orangtua korban sempat meminta tanggung jawab AN untuk menikahi korban, tetapi tersangka tidak bersedia. Karena jengkel, orangtua korban pun melapor ke Polres Magelang Kota pada 2 Januari 2016.

“Atas laporan itu, kami ciduk tersangka di rumahnya di Dusun Pokoh, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Di hadapan petugas, tersangka yang masih duduk di kelas 3 salah satu SMK negeri di Kota Magelang itu mengakui perbuatannya,” tandas dia.

Ieu rame Lurr.. (SAKOLA IEU MELARANG SISWINYA MAKÉ GINCU JEUNG ROK KETAT !)

Esti menegaskan, meskipun atas dasar suka sama suka, tersangka tetap bersalah di mata hukum, karena sudah menyetubuhi anak di bawah umur. Hukumannya maksimal 15 tahun atau denda Rp 5 miliar.

Sebagai barang bukti, pihaknya mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban, seperti celana dalam. Polisi juga meminta bantuan seorang bidan untuk memastikan kehamilan korban.

“Berkas sudah P21 dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Magelang,” ucap Esti.

Menurut Esti, meski sudah menyatakan sanggup menikahi korban, namun tersangka tetap harus menjalani proses hukum. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, terutama para orangtua untuk mengawasi anak-anaknya di tengah pergaulan bebas saat ini. (.id/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2330332″]

[socialpoll id=”2336625″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.