ISRAEL SERUKAN HUKUMAN BAGI IRAN USAI UJI RUDAL | HMMMM….

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyerukan para pemimpin dunia di Dewan Keamanan PBB untuk menghukum yang baru saja melancarkan balistik.

Diberitakan Reuters, Sabtu (12/3), Netanyahu dalam pernyataannya mengaku telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri Israel untuk melobi lima negara anggota tetap Dewan Keamanan dan Jerman, yang merupakan peserta perundingan nuklir Iran, untuk menindak Teheran setelah melakukan uji rudal.

“Mereka harus mengambil langkah hukum secepatnya menyusul pelanggaran kotor yang berulang oleh Iran terkait roket. Ini akan jadi ujian bagi negara-negara kuat dunia dalam menegakkan kesepakatan nuklir,” kata Netanyahu dalam pernyataannya.

Iran beberapa kali melakukan uji rudal pekan lalu, memicu keresahan dari Amerika Serikat dan Perancis. Jika rudal tersebut mampu membawa hulu ledak nuklir, maka ini adalah pelanggaran dari resolusi Dewan Keamanan No 2231.

Israel adalah pihak yang paling khawatir, apalagi menyusul perundingan nuklir tahun lalu yang berujung pada pencabutan sanksi dan embargo terhadap Iran. Pasalnya, Iran beberapa kali mengancam akan menyerang Israel, terutama pada masa kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad.

AS mengatakan akan mengangkat isu rudal Iran ini dalam pertemuan tertutup Dewan Keamanan pekan depan. AS mengatakan sejauh ini uji rudal Iran tersebut tidak melanggar perundingan nuklir.

Ieu rame lurr.. (KORUT TEMBAKKAN DUA RUDAL BALISTIK KE LAUT JEPANG | WATTAWW….)

Namun para diplomat di Dewan Keamanan masih menunggu laporan intelijen soal apakah rudal Iran tersebut berkapasitas nuklir atau tidak. Diplomat juga mengatakan, setiap hukuman baru bagi Iran kemungkinan besar akan diveto oleh China dan Rusia yang sejak lama menentang pembatasan PBB terhadap program rudal Teheran.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu lalu mengatakan mereka tidak melanggar kesepakatan nuklir. Sementara komandan Garda Revolusi Iran yang dikutip pekan lalu mengatakan rudal balistik jarak menengah mereka dirancang untuk bisa mencapai Israel.

“Alasan kami merancang rudal dengan jarak 2.000km adalah agar bisa menghantam musuh rezim Zionis kami dari jarak yang aman,” kata Brigadir Jenderal Ali Hajizadeh, dikutip oleh kantor berita Iran ISNA. (.id/CNNIndonesia.com)

 

[socialpoll id=”2340859″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.