‘JIKA MELDONIUM DILARANG, ATLET BISA MENINGGAL’

Pencipta Meldonium, Ivars Calvin, mengatakan akan ada atlet yang meninggal jika obat ciptaannya dilarang untuk digunakan lagi oleh Badan Anti-Doping Dunia (Wada).

Meldonium yang dijual dalam nama komersil Mildronate dinyatakan sebagai doping oleh Wada dan terlarang mulai 1 Januari 2016. Wada menyatakan meldonium terlarang karena “ada bukti-bukti bahwa zat itu digunakan atlet dengan tujuan untuk meningkatkan performa.”

Menurut dokter Tom Bassindale yang menjadi ilmuwan forensik di Universitas Sheffield Halla, ketika Wada menentukan apakah sebuah obat bisa menjadi doping, maka mereka akan melihat tiga faktor:

“Apakah obat itu akan meningkatkan performa? Apakah obat itu penting bagi kesehatan seorang atlet? Apakah akan ‘melanggar semangat olahraga?” kata Bassindale seperti dikutip dari BBC Sport.

“Jika sebuah obat dilarang, maka obat tersebut harus ‘gagal’ memenuhi minimal dua kriteria. Dalam kasus ini, mereka juga menyatakan bahwa Meldonium melanggar semangat olahraga.”  Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa atlet dinyatakan positif Meldonium, termasuk di antaranya mantan petenis nomor satu dunia, Maria , dan juga juara dunia lari 1500 meter Abeba Aregawi.

ieu rame lurr.. (DUH EUY ! PETENIS CANTIK IEU POSITIF DOPING !)

Calvins menyoroti pelarangan tersebut.

“Kita akan lebih sering lagi melihat kematian atlet di lapangan,” katanya kepada BBC Radio 5 Live. “Atlet yang menggunakan mildronate tidak bisa melakukannya lagi di masa depan dan mereka semakin tidak terlindungi.”

Menurut Calvins, Mildronate dikembangkan untuk mengobati diabetes dan juga penyakit terkait jantung lainnya sehingga melarang menggunakannya akan berbahaya.

“Anda bisa melihat kematian mendadak di olahraga,” ucapnya.

Menurut pengacara Sharapova, John Haggerty, kliennya mulai menggunakan meldonium setelah dokternya “melakukan serangkaian tes secara menyeluruh untuk menentukan kondisi medis yang membuatnya sering sakit.”

Hasil Elektrokardiogram (EKG) Sharapova dinilai memiliki “keabnormalan” dan juga adanya “beberapa indikasi diabetes”. Hal inilah yang membuat dokter menyarankan petenis 28 tahun itu untuk mengonsumsi beberapa obat, termasuk di antaranya meldonium. (.id/CNNIndonesia.com)

 
[socialpoll id=”2340269″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.