JUAL OROK SENDIRI, BUAT BELI MOTOR JEUNG IPHONE | ANCUURR.. LURR..

Satu pasangan muda di rela menjual bayinya yang baru berusia 18 hari demi membeli iPhone dan motor.

Seperti dilansir AsiaOne, Kamis (10/3), yang merujuk pada laporan Shanghaiist, pasangan berusia 19 tahun ini berasal dari Provinsi Fujian, China, dan mulai menjalin kasih pada 2013 lalu.

Namun, mereka tak diizinkan menikah lantaran dianggap masih terlalu muda menurut hukum di China. Ketika sang perempuan, Xiaomei, melahirkan seorang putri pada 2014, suaminya, A Duan, menyarankan untuk menjual bayi mereka karena dianggap sebagai beban.

Awalnya Xiaomei tak setuju dengan ide tersebut. Namun, ia berubah pikiran saat bertemu dengan ayah A Duan yang mengatakan bahwa ia lebih memilih anak laki-laki ketimbang perempuan.

A Duan pun menjual bayi itu melalui layanan pesan singkat QQ seharga 23 ribu yuan atau setara Rp46,2 juta. Hasil penjualan anaknya itu ia pakai untuk membeli iPhone dan motor.

Tak lama setelah peristiwa tersebut, Xiaomei memutuskan hubungannya dengan A Duan. Namun, A Duan malah mengancam akan menyerahkan diri ke polisi jika Xiaomei tak mau melanjutkan hubungan mereka.

Ieu rame Lurr.. (ASTAGHFIRULLAH… SEORANG BAYI SALAMET SETELAH DITIKAM BERKALI-KALI JEUNG DIKUBUR HIDUP-HIDUP)

Benar saja, A Duan akhirnya menyerahkan dirinya sendiri kepada kepolisian lokal pada Juni tahun lalu.

Dalam sebuah persidangan, Xiaomei mengaku bahwa ia tidak mengetahui bahwa menjual bayinya sendiri merupakan tindakan ilegal.

A Duan akhirnya dijatuhi hukuman penjara tiga tahun. Sementara itu, hukuman dua tahun penjara bagi Xiaomei ditangguhkan.

Praktik penjualan anak semacam ini bukan pertama kali terendus awak media di Asia. Tahun lalu, seorang gadis Malaysia dijual oleh ayahnya sendiri kepada pasangan di Singapura dengan harga US$4 ribu atau setara Rp52,2 juta. Belakangan diketahui bahwa ayahnya merupakan pecandu narkoba.

Bulan lalu, gadis tersebut akhirnya sudah bersama dengan pamannya di Johor Bahru. (.id/CNNIndonesia.com)

 

[socialpoll id=”2339123″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.