KEJADIAN LANGKA, AYAH USIA “15 TAHUN” DAN ANAKNYA “5 TAHUN”

Fred Shekoufeh tentu terlihat lebih tua dari usia 15 tahun, begitu pula anaknya Eric Shekoufeh tak seperti bocah lima tahun. Bapak dan anak warga La Mesa, California, Amerika Serikat tersebut, hari ini, Senin (29/1/2016) waktu setempat, merayakan hari ulang tahun mereka.

Berdasarkan kalender masehi, Fred kini berusia 60 tahun, namun ini hanya menjadi perayaan ulang tahunnya yang ke 15 kali. Begitu pula dengan Eric yang merayakan ulang tahun untuk kali kelima dalam hidupnya.

Berdasarkan artikel yang dilansir Time.com, seperti dikutip dari Huffington Post, kejadian ini terhitung sangat langka. Ayah dan anak lahir di tanggal yang sama pada 29 Februari di tahun kabisat, kemungkinannya hanya terjadi 1:2,1 juta kelahiran.

Fred yang merupakan warga keturunan Iran mengaku tak terlalu menyadari ada yang istimewa dari tanggal lahirnya, hingga tahun 1979. Saat itu dia hijrah ke AS dan petugas imigrasi mengomentari tanggal lahirnya. “Itu pun tak jelas kala itu. Membingungkan,” kata dia.

Sejak itu, dia hanya merayakan hari ulangtahunnya ketika sempat. Hingga pada tahun 1996, ketika dia merayakan “ultah ke 10”, dia berada di kamar persalinan. “Mantan istri saya yang akan melahirkan sempat mengatakan, ini kado ulang tahun buat kamu,” kata Fred.

“Ketika dokter mengetahui keadaan unik dari ayah dan calon anak saya, dia bilang, saya akan usahakan dia lahir sekarang, hingga nanti kalian bisa berbagi hari ulang tahun,” ungkap Fred lagi. Kini, Eric pun mengakui, memiliki tanggal lahir yang unik dan sama dengan sang ayah merupakan hal yang luar biasa.

Ieu rame Lurr.. (IBUNDA ANAK BALITA GIZI BURUK: “SAYA MINTA, TOLONGLAH ANAK SAYAH…”)

“Saya punya banyak lelucon tentang apakah saya harus merayakan ulang tahun di tanggal 28 Februari atau di 1 Maret?” kata dia. “Ini memang hari yang aneh. Orang-orang tak pernah mengenali ultah saya di sosial media. Tapi begitu mereka tahu, mereka tak akan lupa,” ujar Eric lagi.

Tahun ini, Eric yang menempuh pendidikan di UCLA berencana untuk melakukan perayaan di akhir pekan. “Saya tidak memaksakan untuk dirayakan pada 1 Maret,” kata dia. Sementara sang ayah mengaku hanya mengirimkan anaknya beberapa ratus dollar AS sebagai kado untuk Eric.

“Supaya dia bisa beli apa yang dia mau. Lalu beberapa ratus dollar lagi supaya dia bisa menggelar pesta,” kata Fred sambil tertawa. (.id/CNNIndonesia.com)

 

[socialpoll id=”2337640″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.