MAESTRO JAZZ IRENG MAULANA TUTUP USIA | INNALILLAHI…

Maestro jazz Indonesia Ireng Maulana wafat pada usia 72 tahun Minggu (6/3) dini hari. Pihak Java Jazz Festival 2016 mengabarkan kepergian lelaki yang semasa hidupnya pandai memetik gitar tersebut. “Keluarga besar Java Festival Production & Trans Corp Turut berbela Sungkawa atas wafatnya tokoh musisi Jazz bpk Ireng Maulana,” kicau akun Twitter resmi Transvision.

Ucapan bela sungkawa juga disampaikan netizen melalui akun Twitter. Lewat tagar #RIPIrengMaulana para netizen termasuk para selebritis ikut memberikan ucapannya. Salah satunya dari conductor Addie MS. “Selamat jalan, Mas Ireng Maulana…” kicau Addie dalam akunnya @addiems, 5 jam lalu.

Ucapan duka juga diberikan Tika Bisono. Psikolog ini menyebut karya Ireng akan dikenang sepanjang masa. Fotografer kawakan Arbain Rambey juga ikut menyampaikan bela sungkawa. “RIP Ireng Maulana,” kicau Arbain. Ireng lahir dengan nama Eugene Lodewijk Willem Maulana di Jakarta 15 Juni 1944. Putra pasangan Maz Maulana dan Georgiana Sinsoe ini baru jatuh cinta dengan alat musik gitar ketika beranjak dewasa. Lewat sentuhan kakak, Kiboud Maulana, bakatnya memetik gitar mulai terasah sejak usia 16 tahun.

Ia bergabung dengan band Joes & His Band dan mulai berani mengikuti festival-festival musik. Dia mulai jatuh cinta dengan musik jazz lewat pamannya Tjok Sinsoe, pemain bass era jazz tahun 40-an.

Ireng mendirikan grup Ireng Maulana All Stars pada 1978. Ia ditemani Benny Likumahuwa (trombone), Hendra Wijaya (piano), Haryono (saksofon), Benny Mustafa (drum), Karim Tes (terompet), Roni (bass), dan Ireng sendiri (gitar dan banjo). (Bobotoh.id/CNNIndonesia.com)

[socialpoll id=”2338723″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.