MARCELL: JAVA JAZZ 2016 NYATUKEUN GENRE MUSIK

Banyak yang mengira Java Jazz sudah tidak sesuai dengan nama yang diusungnya, sebagai festival musik Jazz, karena banyak menampilkan musisi non Jazz, seperti Barasuara, GAC, , dan lainnya. Namun, Siahaan menilai hal ini justru sebagai penarik bagi mereka yang tak mengenal Jazz dan penyatu musik, karena baginya ini semua tentang musik, bukan sekedar perihal jazz lagi​.

“Ada banyak musisi non jazz, di luar genre jazz, karena akhirnya Java Jazz sebagai sebuah festival, yang menyatukan itu musik, bukan lagi genre. Kita bicara lagi sebagai, musik secara musik, Java Jazz ini mostly genrenya adalah jazz, tapi secara kultur, kulturnya pop. Akhirnya, di sini Jazz bukan lagi sebagai musik, to improvise. Dan akhirnya Java Jazz sebagai sarana untuk perkenalan dengan musik, sarana bergaul, karena banyak penonton dari luar juga,” ujar Marcell usai penampilannya di panggung , Ahad (6/3) malam.

Marcell yang merupakan penyanyi bergenre pop ballad, merasa acara ini sebagai waktunya untuk berimprovisasi dengan aransemen baru, dengan musik jazz. Mengungkapkan kisahnya saat pertama kali ia diundang pada 2006 dulu untuk acara ini, Marcell merasa kaget dan bingung untuk tampil dan merasa tidak percaya diri akan ada yang menontonnya dalam pertunjukkan tersebut. “Saya bingung awal saya diundang ke Java Jazz, nggak yakin, pasti paling kosong, tapi ternyata saya paling penuh hari itu, sepenuh-penuhnya, ya itu mungkin “muntahan” dari yang pusing dengan musik jazz, mereka kan juga mencari format, sekarang udah Java Jazz yang ke 12, mereka udah menemukan untuk marketingnya gimana, menarik animonya gimana, pasar baru gimana, genre-genre lain,” ungkap Marcell yang juga tampil untukproject “Indonesian Duets” bersama Andien, Tompi, Teza Sumendra, dan lainnya.

Usai penampilan tunggalnya di panggung hall A3, Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Marcell pun mengungkapkan kejadian menarik yang ia temukan saat tampil membawakan tembang hitsnya.

Ieu rame Lurr.. (WEWWW KEREN, GAYA KLASIK RAPI NAIF DI JAVA JAZZ FESTIVAL 2016)

“Tadi saat saya tampil ada yang pakai kaus Joy Division, dan dia nyanyi lagu semusim. Buat saya itu menyenangkan, musik nggak perlu harus malu, nggak harus guilty pleasure dengerin musik saya sendiri di toilet. Nikmatin aja musik,”tuturnya sambil tersenyum sumringah.

Perihal siapa musisi yang menjadi Idolanya untuk ditonton dalam pagelaran ini, Marcell menyatakan lebih tertarik untuk menonton musisi Indonesia. Baginya musisi Indonesia saat ini “sangar”.

“Saya lebih ingin melihat musisi-musisi Indonesia, sangar-sangar loh musisi kita, jika menilai Joey Alexander sangar, banyak banget yang sangar juga, hanya kesempatannya lain, tadi pun saya diiringi Rafi berumur 18 tahun itu sangar, dia di umur 8 tahun udah main sama musisi jazz professional. Cuman ya excitement beda ketika 10 tahun lalu, pengen liat ini, liat itu, sekarang lebih konsentrasi ingin perform juga sih,” jelas pelantun lagu “Semusim” yang juga sedang mempersiapkan konser. (.id/CNNIndonesia.com)

 

[socialpoll id=”2326293″]

[socialpoll id=”2339555″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.