MELAMAR DIAN PARAMITA, SAKSINA GERHANA MATAHARI DI TUGU YOGYAKARTA | WEWW..

Di tengah keramaian warga menyaksikan Gerhana Matahari di Tugu Yogyakarta, Rabu (9/3/2016), sepasang muda-mudi saling meneguhkan hati untuk mengikat cinta mereka. Sang pemuda memanfaatkan momen langka itu untuk melamar kekasihnya dan… diterima.

“Dian, di momen Gerhana Matahari ini, aku mau bilang, maukah kamu menikah denganku?” ucap Nanang Kristanto (28) sambil berlutut menghadap kekasihnya, Dian Paramita (24).

Melihat kekasihnya mendadak bersimpuh dan melamarnya, Dian tampak terharu serta tersipu malu. Dengan nada tegas, Dian menjawab, “Ya, aku mau.”

Setelah mendengar jawaban tersebut, Nanang mengambil cincin di saku celananya dan langsung meraih tangan Dian. Cincin tersebut dimasukkan ke jari manis tangan kanan sang perempuan.

“Terima kasih, Sayang. Gerhana Matahari hari ini menjadi saksi kesetiaanku kepadamu selamanya,” kata pemuda itu.

ieu rame lurr.. (GERHANA MATAHARI DALAM FOTO YANG MEMUKAU | HADE LURR…)

Kejadian romantis di Tugu Yogyakarta ini pun menjadi perhatian warga sekitar. Mereka juga turut mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel.

Saat ditemui Kompas.com, Nanang mengatakan bahwa ia sengaja datang ke Tugu Yogyakarta untuk menyaksikan Gerhana Matahari sekaligus mempersunting Dian.

“Saya kerja di Jayapura, lalu pulang dulu untuk menyaksikan Gerhana Matahari bersama Dian. Ya, sekaligus momen Gerhana Matahari ini saya gunakan untuk melamar Dian,” ujarnya.

Keduanya sudah berpacaran sejak 2011. Mereka saling kenal saat masih kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Setelah bekerja, Nanang sudah lama ingin melamar Dian, tetapi belum menemukan saat yang tepat.

Setelah mendengar informasi mengenai Gerhana Matahari, tebersit di benaknya, ide untuk melamar Dian pada momen langka tersebut.

“Kan ini momen langka, tidak setiap tahun bahkan puluhan tahun. Jadi, saya kepikiran melamar saat gerhana dan di Tugu Yogya, kota yang menyatukan cinta kami,” ujar Nanang.

Ia telah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat. “Secepatnyalah, paling cepat empat bulan lagi,” kata dia.

Nanang berharap, kenangan manis ini bisa ia ceritakan kepada anak dan cucu mereka kelak. (.id/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2340579″]
[socialpoll id=”2340269″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.