NIMU DUIT 524 JUTA, PRIA IEU SUMBANGKAN TEMUANNYA KE YAYASAN KANKER | WEWWW….

Seorang agen real estat asal Norwegia menemuan uang tunai sebesar 40.000 dollar AS atau sekitar Rp 524 juta di bawah perapian apartemen barunya.

Namun, Vemund Thorkildsen, nama agen real estat itu, menyumbangkan uang tersebut untuk kepentingan amal.

Saat dihubungi Associated Press, Selasa (8/3/2016), Vemund menemukan uang itu saat sedang memperlihatkan apartemen barunya di Oslo kepada seorang temannya dua pekan lalu.

Saat itu dia tengah berpikir untuk memindahkan perapian ke ruangan lain. Vemund dan temannya kemudian mengangkat sebuah panel batu di perapian itu.

Tanpa diduga mereka malah menemukan uang tunai sebesar hampir 350.000 kroner atau setara dengan 40.000 dollar AS.

“Awalnya kami sangat senang dan berencana merayakannya seperti kami memenangkan lotere. Namun, kemudian saya berpikir itu bukan uang milik saya,” ujar berusia 27 tahun itu.

Vemund membeli apartemen itu dari Kreftforeningen, sebuah Norwegia. Sehingga, Vemund memutuskan untuk menyumbangkan uang itu kepada yayasan tersebut.

“Sebenarnya uang itu bisa digunakan untuk liburan yang menyenangkan,” kata Vemund sambil tertawa.

“Tapi itu bukan uang saya dan saya kira akan lebih baik jika memberikannya kepada yayasan kanker,” tambah dia.

Ieu rame lurr.. (EVY SUSANTI KESÉL BERKALI-KALI DIMINTAI DUIT KU OC KALIGIS | BEUUUHHH…)

Yayasan Kreftforeningen membenarkan bahwa Vemund telah mengirimkan uang yang ditemukannya itu.

Setelah kisah ini dimuat harian Dagbalet pada awal pekan ini, Vemund kemudian kebanjiran telepon, SMS dan komentar lewat media sosial dari kawan-kawannya dan orang asing.

Semuanya memuji keputusan Vemund untuk menyumbangkan uang yang ditemukannya itu.

“Banyak orang mengatakan mereka juga akan melakukan hal yang sama dan saya senang mendengarnya. Komentar mereka memberi saya kepercayaan bahwa kemanusiaan masih ada,” ujar Vemund. (.id/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2340844″]

[socialpoll id=”2339123″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.