PENDUKUNG DONALD TRUMP PUKUL PEMROTES KULIT HITAM

Seorang pria kulit putih berusia 78 tahun yang dituduh menonjok seorang kulit hitam dalam kampanye bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, , ditangkap atas tuduhan penyerangan.

Rakeem Jones, 26, digiring keluar kampanye pada Rabu malam lalu oleh pihak polisi, setelah John McGraw memukulnya di wajah.

Video insiden tersebut viral di media sosial, memicu kecaman karena polisi terlihat justru membekuk Jones dan bukannya McGraw yang menyerang.

“Ia tak punya hak meletakkan tangannya di [tubuh] saya,” kata Jones lewat telepon.

Ieu rame lurr.. (PEREMPUAN MUSLIM BERJILBAB DIUSIR DARI KAMPANYE TRUMP | BEUH.. WANIAN!)

McGraw juga dituduh atas berlaku tak sesuai dan mengeluarkan ancaman. Tuduhan kedua ditambah setelah polisi melihat rekaman video yang menunjukkan McGraw mengatakan ia senang memukul si “mulut besar” dan mengancam lain waktu akan “membunuhnya.”

“Terlepas dari afiliasi politik, pidato, ras, asal negara, warna, jenis kelamin, reputasi buruk, tindakan sebelum atau demonstrasi politik, tidak ada warga yang punya hak untuk menyerang orang lain atau untuk bertindak sedemikian rupa seperti yang tergugat ini lakukan,” kata Earl Butler, sherif Cumberland County, North Carolina.

Ditanya tentang insiden tersebut saat debat Republik Kamis malam (10/3), Trump mengatakan ia tidak memaafkan kekerasan tapi mengatakan bahwa beberapa demonstran “memang jahat.”

Namun ini bukan pertama kali insiden serupa terjadi di kampanye Trump. Sebelumnya pengusahareal estate tersebut kerap memarahi pengunjuk rasa di kampanyenya, memarahi mereka, dan meminta petugas keamanan mengeluarkan mereka.

“Saya ingin memukulnya di wajah,” kata Trump soal seorang pengunjuk rasa dalam kampanyenya di Nevada bulan lalu.

Trump saat ini memimpin perolehan suara dari kandidat Partai Republik lain, menuju pemilu presiden AS November mendatang. (.id/CNNIndonesia.com)

 

[socialpoll id=”2339123″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.