PENJAHAT MAH PILIH IPHONE GARA-GARA ENKRIPSI YANG KUAT

Sejumlah telah beralih ke iPhone sebagai “perangkat pilihan” untuk melakukan tindak kriminal karena sistem enkripsi kuat yang ditetapkan , kata tiga kelompok aparat penegak hukum Amerika Serikat (AS) dalam sebuah pengadilan.

Hal ini diungkapkan organisasi penegak hukum kepada hakim yang menangani perseteruan Apple dengan FBI terkait kasus enkripsi iPhone. Mereka berkata punya “banyak contoh” yang memperlihatkan iPhone dipakai oleh para penjahat.

Lembaga Federal Law Enforcement Officers Association mencatat, otoritas New York pada 2015 sempat menyadap panggilan telepon narapidana di penjara yang menggunakan iPhone.
Pernyataan ini muncul dari lembaga negara karena pemerintah sedang meminta Apple memberi kunci enkripsi ponsel iPhone 5c milik Syed Ridwan Farook, pelaku penembakan di San Bernardino, California.

Apple menolak memberikan enkripsi atas dasar privasi. Lebih dari itu, Apple berkata Departemen Kehakiman dan FBI coba mencari kunci untuk membongkar privasi secara keseluruhan.

Ieu rame Lurr.. (MICROSOFT, FACEBOOK DAN GOOGLE DUKUNG APPLE MENGLAWAN FBI)

Kasus ini bermula pada 2 Desember 2015. Farook dan sang istri Tashfeen Malik yang merupakan warga AS keturunan Pakistan, menembak mati 16 orang di fasilitas disabilitas di San Bernardino. Usai menembak, kedua orang itu melarikan diri dengan mobil namun akhirnya terbunuh dalam baku tembak dengan polisi.
Hakim Sheri Pym dari pengadilan California meminta Apple untuk membantu FBI agar membongkar kode enkripsi dari iPhone milik Farook tersebut. FBI tak mau membongkar paksa karena bakal merusak data di dalamnya.

FBI butuh data itu untuk melihat kemungkinan hubungan Farook dengan kelompok militan atau setidaknya mengetahui kepribadian Farook. Apple sendiri mau memenuhi permintaan data “yang tepat dan masuk akal.” (.id/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2319441″]

[socialpoll id=”2339555″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.