SOAL BENDA ASING DI SUSU KEMASAN, PT ULTRA JAYA BANTAH TAK BERTANGGUNG JAWAB

PT melalui kuasa hukumnya, Sonny Lunardi, membantah pihaknya tidak bertanggung jawab atas pengaduan Rini Tresna Sari (46) terkait temuan benda asing dalam kemasan produknya sehingga diduga menyebabkan  A (7), anak Rini, sakit.

“Kami dari sejak awal sebetulnya selaku pelaku usaha bukan tidak mau bertanggung jawab, hanya dalam hal ini terdapat perbedaan persepsi tentang biaya ganti rugi,” kata Sonny usai menghadiri prasidang di kantor ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung Senin (29/2/2016).

Dia mengatakan, dalam proses ganti rugi ini PT Ultra Jaya selaku perusahaan patuh pada peraturan perundang-undangan. Namun, menurut dia, tuntutan dari pihak konsumen dinilai tidak sepadan dan juga tidak didukung dengan data analisis dari dokter pihak rumah sakit.

“Sementara konsumen menuntut senilai Rp 100 juta sebagai ganti rugi,” kata Sonny.

Ieu rame Lurr.. (COKELAT MARS JEUNG SNICKERS DITARIK DARI 55 NEGARA | KADE LURR..)

Tuntutan itu diserahkan kepada perusahaan untuk ditandatangani pelaku usaha. “Tapi tidak dilakukan karena kami nilai ini tidak memiliki dasar hukum dan tidak didukung data analis kedokteran bahwa anak ini akan sakit berkelanjutan atau memerlukan pengobatan lebih lanjut,” ujar dia.

“Jadi anaknya ini per tanggal 31 Januari 2016, sudah dinyatakan sembuh oleh rumah sakit. Terakhir waktu itu kontrol pada 9 Februari 2016, itu pun sudah dinyatakan sehat. Hanya diberi obat tambahan resep untuk obat cacing,” tambahnya.

Kendati begitu, ia mengaku, pihaknya memang belum memenuhi beberapa hal terhadap Rini selaku konsumen. Perusahaan  belum memberikan uang pengganti biaya perawatan terhadap A yang sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

Sesuai peraturan, perusahaan memang akan mengganti biaya perawatan sampai pihak yang berkompeten menyatakannya sembuh.

Perusahaan sudah mendapatkan salinan biaya perawatan rumah sakit yang nilainya mencapai Rp 13 juta. Menurut Sonny, nilai itu yang akan digantikan perusahaan.

Dia menyebutkan,  pihaknya akan memenuhi tuntutan jika dokter menyatakan A butuh perawatan lebih lanjut.

“Itu belum karena konsumen belum menerima karena maunya Rp 100 juta. Kami jadi bingung, seolah-olah produk rusak mengakibatkan sakit berkepanjangan. Sementara dokter menyatakan sudah sembuh. Sebetulnya yang Rp 13 juta ini sudah kita siapkan dan sudah kita tawarkan. Berikut biaya kontrol terakhir pada 9 Februari yang belum tahu nominalnya,” ujar Sonny. (.id/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2337679″]

[socialpoll id=”2337640″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.