BACA PUISI, TAUFIQ ISMAIL DIANGGAP PROVOKATOR!

Taufiq Ismail, penyair Indonesia angkatan 1965, danggap provokator saat membacakan puisinya di Simposium Nasional “Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan”, Selasa kemarin (19/4/2016) di Jakarta. Tidak hanya itu, kemudian diminta pergi oleh salah seorang panitia yang juga menghentikan puisinya.

Taufik Ismail merupakan salah satu punggawa dari kelompok Manifestasi Kebudayaan (Manikebu), yang pasca G30S dinilai cukup vokal menyerang Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) sebagai basis kesenian dan onderbouw Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia tampak hadir di acara Simposium Nasional “Membedah Tragedi 1965” yang berlangsung dua hari, Senin sampai Selasa (19-20/4/2016) di Jakarta.

Ieu rame lur: 9 FOTO ZIARAH ASPROV PSSI & PAMAÉN PON JABAR KE MAKAM SOERATIN!

Dilaporkan oleh Merdeka.com, selama membacakan puisinya, Taufik diiringi oleh sejumlah sorakan dan teriakan cemoohan dari beberapa peserta simposium. Tetapi Taufik hanya menanggapinya dengan mengikuti kalimat-kalimat sorakan tersebut di sela-sela bait puisi yang sedang dibacakannya.

Hingga sampai pada suatu bait puisi Taufik yang menceritakan mengenai orang-orang yang membantai saudara sebangsanya sendiri, maka timbul lah suara protes yang lebih lantang dari arah para peserta simposium, dengan menggunakan pengeras suara. “Berhenti! Itu provokator, itu provokator!” teriak seorang peserta melalui pengeras suara. (Bobotoh.id/RCK)

[socialpoll id=”2352721″]


 

[socialpoll id=”2352373″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.