BOBOTOH MANGMELANGKEUN KONDISI EMOSIONAL PERSIB !

Senada dengan pernyataan Toni Sucipto, para Bobotoh pun berharap bahwa perlu adanya evaluasi emosi di tubuh Persib Bandung. Hal ini mengingat dalam beberapa pertandingan bertensi tinggi, pemain dan pelatih Persib seringkali meluapkan emosi di lapangan yang sebetulnya merugikan tim.

Kartu merah untuk RYB yang diberikan wasit pada menit 70 pun adalah akibat RYB tidak bisa mengendalikan emosinya. Menyusul keluarnya kartu merah untuk RYB, coach Dejan tampak masuk ke lapangan. Kejadian serupa berlanjut wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir dengan skor 0-2 untuk Arema. Coach Dejan Antonic tampak dikerubuti petugas keamanan karena menghampiri perangkat pertandingan untuk mengajukan protes.

Ieu rame lur: MANTAN DUA PEMAIN INCARAN PERSIB AYA DI SKUAT RESMI PERSIPURA UNTUK ISC 2016 !

Usai pertandingan, tindakan emosional Dejan Antonic tersebut mendapat perhatian Bobotoh, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Akun @officialVPC menulis “We think you should control your temper, we all get angry for unexplainable whistle sometimes @DejanAntonicHK”

Sedangkan @aribintara1 menulis “@DejanAntonicHK coach mohon kendalikan emosi coach saat tim sedang di rugikan karna akan membuat pemain juga emosinya ikut meledak2”

Senada dengan opini Bobotoh lainnya, @syahwillianna24 menulis “Teruntuk Coach @DejanAntonicHK ,jaga emosi anda. Anda itu ibarat ayah dari 11 anak di lapangan. Mun kitu wae hmpura mun di demo ku bobotoh!!

Dalam pengamatan bobotoh.id selama ini, emosi Dejan Antonic memang cukup menarik perhatian. Karena bila biasanya pelatih yang meredakan emosinya, tetapi setelah dilatih Dejan, yang terjadi justru sebaliknya. Pemain-pemain Persib kerapkali berusaha meredakan emosi Coach Dejan, yang beberapa kali masuk lapangan pertandingan. Baik selama pertandingan maupun setelah pertandingan. (Bobotoh.id/RCK)

[socialpoll id=”2348500″]


 

[socialpoll id=”2348227″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.