BUTUH RP 100 TRILIUN UNTUK “MENCAANGKAN” PAPUA, MALUKU & NTT!

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pelaksanakan Program Indonesia Terang 12.659 desa, memerlukan dana Rp‎ 100 triliun. Tujuan progrma ini adalah menerangi daerah terpencil.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) SudirmanSaid mengatakan, Dalam peta ketenagalistrikan, ada 12.659 desa yang belum memperoleh aliran listrik secara memadai. Bahkan 2.519 desa di antaranya masih benar benar gelap, tak tersentuh aliran listrik.”Dapat dibayangkan desa desa ini pasti terbelakang,” kataSudirman, di sela peluncuran program Indonesia Terang, Sorong, Papua Barat, ditulis Jumat (22/4/2016).

Ieu rame lur: SERIUS NYANGHAREUPAN TSC 2016, INI KRITERIA WASITNYA!

Secara keseluruhan Program Indonesia Terang (PIT) akan memerlukan investasi sekitar Rp 100 triliun, dengan harapan 80 persen di antaranya akan dipenuhi oleh investasi korporasi, dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan menyangga Rp 20 triliun atau 20 persen dari kebutuhan investasi.

Agar swasta tertarik mengerjakan program tersebut, pemerintah akan memberikan insentif, seperti memberikan subsidi, mematok tarif listrik yang sesuai keekonomian wilayah tersebut sehingga investor tertarik, dan dalam bentuk kemudahan Pemerintah Daerah membantu penyiapan lahan, baik lahan pembangkit maupun transmisi.

“Tugas pemerintah adalah memberi insentif supaya ada kekurangan IRRnya.‎ Untuk itu pembentukan Dana Ketahanan Energi (DKE) menjadi semakin penting dan mendesak,” ungkapnya.

Ada enam wilayah di timur Indonesia yang menjadi fokus perhatian‎ program Indonesia Terang, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. ‎Pada 2016 sudah dialokasikan dana Rp 441 miliar untuk membangun listrik dengan kapasitas 9,4 MW di enam provinsi ini. (Bobotoh.id/RF/Liputan6.com)

[socialpoll id=”2326907″]


 

[socialpoll id=”2352373″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.