CEO WALKOUT, MERGER DUA KLUB SURABAYA BATAL !

CEO sekaligus Direktur PT Persebaya Indonesia memilih walkout daripada menerima syarat yang diajukan Bhayangkara Surabaya United. Cholid Ghoromah lebih memilih jalan sendiri daripada menyalahi mandat yang diterimanya dari para stakeholder Persebaya 1927. Rencana merger yang melibatkan Persebaya 1927 dengan Bhayangkara Surabaya United pun dipastikan buntu.

“Kalau nama dan logo diganti, itu sama saja dengan mengaburkan asal-usul klub tersebut,” ujar Cholid seperti diberitakan oleh Bola.com.

Ieu rame lur: EDUN ! INI DIA ‘LAGA BERAT’ PERSIB DI TSC 2016 !

Pada pertemuan yang dilakukan di Gedung Tri Brata Polda Jatim pada hari Rabu lalu (20/4/2016) tersebut Cholid hadir didampingi salah satu dedengkot Bonek Mania Hasan Tiro. Selain itu hadir pula CEO Bhayangkara Surabaya United I Gede Widiade, perwakilan operator turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 Joko Driyono dan Yeyen Tumena, serta Condro Kirono yang mewakili Polri.

Sikap tegas Persebaya 1927 tersebut memastikan bahwa merger kedua klub tersebut batal. Rahmad Sanjaya yang menjabat manajer operasional Bhayangkara SU menyatakan bahwa kegagalan upaya merger kali ini menutup rapat upaya merger ke depannya. Tidak ada merger lagi. Sudah, bagi kami sudah tidak ada lagi upaya untuk menyatukan kedua klub”, tuturnya.

Bila saja Persebaya 1927 menerima syarat yang diajukan oleh tersebut dipastikan tunggakan utang sebesar Rp 7 miliar ke pemain dan ofisial tim Persebaya 1927 pada tahun 2013 bisa terlunasi. Cholid hanya menerima kesepakatan penyatuan kedua perseroan, PT Mitra Muda Inti Berlian dengan PT Persebaya Indonesia. Tetapi tidak mau menerima syarat penggantian nama dan logo. ““Tidak masalah, yang penting identitas, harkat dan martabat Persebaya terjaga,” tegas Cholid pasti. (Bobotoh.ID/RCK)

[socialpoll id=”2352045″]


 

[socialpoll id=”2353330″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.