DYAN APRIYANI, ‘KORBAN’ FANATISME AYAH TERCINTA !

Dyan Apriyani, bobotoh girl yang satu ini menjadi “korban” fanatisme ayah tercintanya yang seorang bobotoh fanatik Persib. Ia mengaku sudah dibawa oleh sang ayah ke Stadion saat ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Waktu itu lawannya Persik, pemainnya itu ada Antonio Cloudio kalau tidak salah. Mulai fanatik sih pas SMP, dulu kan bapak kerja bertahun tahun di pasar Ancol deket Gurame sering dapat tiket malahan sampai sampai tetangga juga jadi pada pesan tiket sama bapak,” kenang Dyan saat berbincang dengan bobotoh.id belum lama ini.

Gara-gara itu, fanatisme Dyan kepada Persib mulai tumbuh. Terlebih saat itu banyak pemain Persib yang memiliki kualitas diatas rata-rata seperti Cristian Bekamenga, Ridwan Barkowi dan Zaenal Arif.

“Dari situ mulai fanatik pas pelatihnya Arcan Iuri, pas seru-serunya ngefans sama Zaenal Arief ada Bekamenga dan Barkowi si goyang jaipong. Pulang sekolah dulu suka langsung nonton kalau ada pertandingan perginya pake bis, sampai sekarang makin love love sama Persib kaya sudah mendarah daging gitu,” lanjutnya.

Disinggung tentang pengalaman menonton pertandingan Persib, Dyan mengaku sempat memanjat pagar demi foto bareng dengan kiper I Made Wirawan. “Sampe dikejar-kejar polisi terus dimarahin, walaupun kesampaian tapi tetap saja hasil fotonya ngeblur,” ujarnya terkekeh.

Ieu Rame Lur : Hati Tyna Sudah tertambat Ke Pangeran Biru !

Selain memiliki pengalaman dan kecintaannya dengan Persib, Dyan juga mengaku masih belum bisa move on dari Makan Konate. Sosok Konate yang trenginans di lapangan hijau selalu saja terbayang oleh wanita berambut panjang ini. “Balau bahasa sundana mah lamun ges labuh teh langsung geuwat hudang deui ngudag-ngudag bola,kalau rekan rekan nya keliatan cape Konate mah sok dijagjag-jagjagkeun,” ujarnya.

Diakhir obrolan, Ia berharap Persib bisa selalu kompak. Ia juga berdoa untuk kesuksesan Persib di masa yang akan datang. “Harapan dan do”a selalu tercurah buat Persib, bisa tambah berjaya, selalu kompak, makin maju besar dan berprestasi. Saya sendiri sebagai bobotoh harus bersikap santun dewasa dan menjaga nama besar Persib no rasis,” tukas Dyan Apriyani. (bobotoh.id/GD)

[socialpoll id=”2331304″]


 

[socialpoll id=”2350149″]

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.