EVEREST, GUNUNG PANGLUHURNA YANG PENUH KOTORAN MANUSIA !

Sejak pendakian Sir Edmund Hillarydi tahun 1953, lebih dari 4.000 orang telah mendaki gunung Everest. Sejak saat itu Gunung Everest atau Gunung Himalaya setinggi 8.850 meter ini mulai ditutupi lebih dari 10 ton kotoran manusia, peralatan pendakian yang rusak, dan tabung oksigen.

Hal tersbut terjadi karena pendaki biasanya menggali lubang di salju untuk digunakan sebagai toilet darurat. Setelah urusan buang hajat selesai, mereka menutup lubang dan kemudian pergi. Tetapi kotoran tidak ke mana-mana, toilet darurat yang dulunya hanya lubang di tanah telah menumpuk selama bertahun-tahun. Daerah yang paling parah adalah tepat di luar kamp pendaki yang biasa digunakan untuk menyesuaikan diri dengan ketinggian.

Ieu rame lur: GEMPA 7,8 SR 77 TEWAS TAPI TIDAK ADA KORBAN WNI!

Seiring masalah sampah yang semakin memburuk, sumber air setempat secara perlahan berubah menjadi lumpur beracun. Lubang di Gorakshep pada dasarnya adalah sebuah tong raksasa penuh resiko penyakit yang mengancam penduduk setempat. Keadaan menjadi lebih buruk karena kotoran tidak hancur akibat iklim dingin di kawasan itu. Kotoran membeku dan tetap ada lebih lama dibanding dengan di daerah-daerah yang iklimnya lebih hangat.

Ada banyak gagasan dan cara untuk solusinya. Menurut NationalGeographic.com ada upaya untuk mengubah kotoran di Gorak Shep tersebut menjadi sumber energi menggunakan digester biogas. Namun, gagasan ini tidak serta merta memecahkan masalah sampah yang semakin memburuk. Walau pemerintah Nepal sudah mewajibkan semua pendaki membawa turun 8 kg sampah atau bakal kehilangan uang deposit mereka, permasalahan sampah di Everest tetap tak kunjung membaik. (bobotoh.ID/RCK)

[socialpoll id=”2324567″]


 

[socialpoll id=”2351400″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.