INI KATA EKOMAUNG TENTANG PENGGUNAAN DANA APBD !

Ekomaung, atau Eko Noer Kristanto, seorang Bobotoh yang bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Kementrian Hukum dan HAM RI, mengaku terkejut dengan wacana yang muncul dari pertemuan antara Presiden Jokowi dengan klub-klub ISL, DU, dan Asprov PSSI. Pertemuan di Istana Merdeka pada hari Jumat, 15 April 2016 tersebut diantaranya mewacanakan penggunaan APBD untuk membiayai klub sepak bola.

Melalui akun twitternya @Ekomaung, Eko mengaku bahwa berdasar hasil penelitiannya sejak tahun 2008, alokasi dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kepada klub sepak bola dalam pelaksanaannya mengalami banyak penyimpangan. Eko menyatakan bahwa dana APBD kerap dijadikan ajang ‘ dan’ perjanjian-perjanjian politis karena penetapan APBD dilakukan melalui raperda (rancangan peraturan daerah).

Ieu rame lur: SEPAK BOLA NASIONAL KEMBALI MEMAKÉ APBD? !

Karena ada ‘deal’ politik, pembiayaan APBD untuk klub sepak bola melanggar prinsip-prinsip keuangan negara yang bersih. Apalagi APBD yang dianggarkan untuk sepak bola ada yang melebihi anggaran pendidikan dan kesehatan. Sehingga ada daerah yang rakyatnya bodoh dan sakit, sementara uang mereka digunakan untuk membayar pemain-pemain asing.

Dalam serial twit (kultwit) sejumlah 18 itu, pada akhirnya Eko menekankan bahwa sepak bola Indonesia sebelumnya sudah ada di jalur yang benar. Walau memang masih banyak kekurangan di sana-sini. Namun dalam seketika menjadi kacau ketika ada perlambatan yang merugikan (akibat pembekuan PSSI) yang terjadi sudah hampir setahun ini.

“17.walau dlm batasan2 tertentu APBN+APBD sah2 saja untuk sepakbola.misal dlm konteks pembinaan,UU sistem keolahragaan nasional isyaratkan itu. 18.tapi tidak untuk olahraga yg mengarah ke industri…biar society yg bergerak..negara hanya menjamin pelaksanaan n support infrastruktur”, kicau Ekomaung mengakhiri kultwitnya. (Bobotoh.ID/RCK)

[socialpoll id=”2351282″]


 

[socialpoll id=”2351400″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.