KERETA API CEPAT BAWA MUDHARAT TIDAK SESUAI KEBUTUHAN RAHAYAT!

Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI menilai bahwa Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung tidak dibuat berdasar kebutuhan rakyat. “Bahkan rakyat banyak yang tidak dilibatkan dan mengetahui mengenai pembangunan proyek ini yang berdampak bagi lingkungan perumahan dan sumber mata pencaharian mereka,” ujar Ayi Hambali Senator Provinsi Jawa Barat ini.

Pendapat itu terungkap dari rapat dengar pendapat mengenai Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Rapat ini dihadiri oleh Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, Masyarakat transportasi Indonesia (MTI) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), yang digelar Kamis (21/4/2016).

Ieu rame lur: DEJAN SEBUT TILU KLUB IEU LAWAN BERAT PERSIB DI TSC !

Koordinator WALHI Jawa Barat, Dadan Ramdhan menyampaikan berdasarkan kajian yang dilakukan olehnya, proyek ini terindikasi melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan diantaranya UU No. 26/2007 mengenai Penataan Ruang, UU No. 32/2009 tentang Perlindungam dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU No. 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Lahan Berkelanjutan.

Untuk itu, perlu kajian terkait bencana ekologis dan geologis dari rencana proyek ini. Dia menuturkan dari sisi analisa dampak lingkungannya tidak memenuhi pengkajian yang mendalam. Selain itu, jika beralih fungsi lahan terus menerus, maka lahan hutan akan semakin longsor.

Sedangkan anggota Presidium MTI Soegeng Pranomo mengatakan bahwa berdasar hasil studi Masyarakat Transportasi Indonesia menilai bahwa dari sisi ekonomi, proyek KA Cepat Jakarta-Bandung ini dapat merugikan keuangan negara karena dibiayai oleh Konsorsium BUMN yang dananya tetap berasal dari uang negara. Sementara dari aspek pemerataan wilayah, proyek ini memakan nilai yang sangat besar hanya untuk sebagian kecil wilayah Indonesia.

“Ini gimanapun pasti ada kerugian karena dengan modal 80 triliun rupiah dan biaya 200 ribu paling satu tahun hanya bisa menghasilkan 1,2 triliun saja. Maka BEP-nya kapan bisa balik?” jelasnya pada Repulika. co.id. (Bobotoh.id/RCK)

[socialpoll id=”2329276″]


 

[socialpoll id=”2352373″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.