MENGAPA MENYALAHKAN DEWI FORTUNA ?!

Dalam sepakbola ada satu Dewi yang bila menang dianggap menguntungkan, dan bila kalah dianggap merugikan. Dewi Fortuna namanya, yang berasal dari mitologi Romawi kuno. Dalam mitologi Yunani, Dewi Fortuna bernama Dewi Tikhe (Tyche).

Dewi Fortuna adalah dewi keberuntungan, dewi yang mengatur kekayaan dan kemakmuran.

Sejarawan Yunani, Polibus, percaya bahwa ada kejadian seperti banjir, kekeringan dan bencana alam yang tidak bisa ditemukan sebabnya secara logika, maka Dewi Fortuna atau Tikhe-lah penyebabnya.

Entah kapan Dewi Fortuna ini muncul dan dianggap sebagai bagian sebagai bagian dari sepak bola.

Bila sebuah tim kalah, media massa menganggapnya tim tersebut sedang tidak berada di dalam lindungan sang Dewi Fortuna. Dewi Fortuna tanpa sadar dianggap menjadi faktor keberuntungan atau kesialan sebuah kesebelasan.

Kehadiran Dewi Fortuna dalam sepak bola juga bisa jadi karena Sosok Thike atau Fortuna ini digambarkan seorang perempuan yang tengah berdiri di atas sebuah bola yang melambangkan kesempatan atau keberuntungan itu tidak stabil, tidak tetap.

Dewi Fortuna menjadi pihak yang paling bertanggungjawab atas kemenangan atau kekalahan sebuah tim. Terutama bila sebuah kesebelasan bermain bagus, tetapi pada akhir pertandingan harus menerima kekalahan. Atau saat sebuah tendangan yang seharusnya bisa dikonversi menjadi sebuah gol, tetapi melenceng sedikit saja dari gawang. Atau misalnya di saat injury time, seorang pemain berhasil memasukan bola ke gawang lawan lewat tendangan spekulasi.

Karena hampir 100 persen Bobotoh beragama Islam, seharusnya kita tahu bahwa bahwa Islam memberi pandangan bahwa keberuntungan atau kemalangan itu tidaklah terjadi dengan sendirinya.

Tetapi merupakan bagian dari rencana Allah SWT untuk ummat-Nya.

Ada banyak ayat Qur’an dan hadits yang menyatakan bahwa keberuntungan atau kemalangan itu semata-mata takdir Allah SWT. Misalnya QS 10: 107, QS 6: 18.

Potongan kutipan hadits riwayat Tirmidzi ini menjelaskan bahwa Rosulullah SAW berkata bahwa “…Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan. ”

Ieu Rame Lur : Sundanese & Oleh-oleh Tahu Sumedang Dari Kalimantan Timur !

Jadi persoalan menang atau kalah di dalam sepak bola tentu saja bagi kaum muslimin tidak boleh dikaitkan dengan Dewi Fortuna atau Thike atau sebangsanya. Tentu saja karena dengan demikian tanpa disadari perlahan-lahan kita akan terpeleset ke jurang kemusyrikan. Sedangkan Alloh SWT sendiri berfirman bahwa dosa syirik adalah dosa yang tidak diampuniNya seperti terdapat dalam QS 4: 48. (Ricky N. Sas/Bobotoh.id)

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.