SEHATKAH BERMAIN SEPAK BOLA DI MALAM HARI? KIEU CEK PRAKTISI MEDIS!

Menilik jadwal pertandingan Persib Bandung di Indonesian Soccer Championship 2016, seluruh pertandingan tim kebanggaan Indonbesia itu berlangsung di malam hari. Jadwal ‘tersiang’ adalah mulai pukul 18.30 WIB dan ‘termalam’ adalah pukul 21.00 WIB.

Pemilihan jadwal Persib di malam hari tersebut ditengarai karena ada nya dua hal, yakni izin kepolisian dan rating televisi. Bila menilik ISL musim lalu, pihak kepolisian hanya mengizinkan Persib bermain di Si Jalak Harupat pada sore hari, yakni 15.30 WIB.

Menjadi menarik adalah bagaimana ilmu kedokteran (medis) memandang aktivitas olah raga dengan intensitas tinggi pada malam hari, terutama ditinjau dari dampaknya
terhadap kesehatan atlet atau pesepakbola.

Ieu rame lur: MEME BODOR ‘DEAR MANTAN’ VERSI PERSIB & BOBOTOH !

Berikut adalah rangkuman wawancara tertulis Bobotoh.ID belum lama ini dengan Rahayu S. Harum, CPO, OrtTech; seorang bobotoh yang juga praktisi medis ortophedis yang menangani masalah-masalah kebugaran dalam olah raga.

Menurut Rahayu, dampak olah raga di malam hari sampai hari ini berada di dua kubu yang berlawanan. Satu kelompok penelitian memperbolehkan, dan satu lagi menganjurkan
untuk tidak malakukan olah raga di malam hari.

Pada malam hari udara cenderung lembab dengan kadar oksigen yang lebih rendah daripada siang hari. Sehingga berhubungan dengan pernafasan atlet. Suasana juga cenderung lebih gelap, sehingga meningkatkan resiko cedera tubuh manusia yang sudah lelah karena pada siang harinya melakukan kegiatan-kegiatan lain yang tentunya menguras fisik.

“Sekarang jika di malam hari kita melakukan kegiatan olah raga padahal tenaga kita sudah mau habis bisa mengurangi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko
penyakit”, terang Rahayu.

Olah raga tertentu juga dapat menyebabkan ganguan tidur atau insomnia. Bila sudah terkena insomnia maka akan semakin banyak komplikasinya. Walau semuanya tergantung individu, karena atlet biasanya sistem imunitas tubuhnya lebih kuat dan lebih baik, sehingga masih bisa ditolerir. Begitu juga dengan kita yang kadang tidak ada waktu untuk berolahraga di siang hari, maka melakukannya di malam hari.

“Asal tahu porsi masing-masing dan ‘aware’ sadar dengan tubuh sendiri. Tubuh kita akan membunyikan ‘alarm’ peringatan bila ada sesuatu yang tidak beres”, terang pemegang ijazah dual degree dari Fontys University Belanda dan Hanoi University pada tahun 2015 ini.

Untuk mensiasati jadwal pertandingan malam maka para pemain harus menjaga stamina mereka masing-masing. Lakukan pendinginan atau cooling down usai pertandingan dan jangan begadang memikirkan pertandingan yang sudah selesai, tetapi istirahat dan tidur.

Baru keesokan pagi melakukan pemulihan stamina, dan siang atau sore hari kembali berlatih secara bertahap. Misalnya pemulihan stamina, pemulihan cedera, atau memperkuat performa. “Makanya kalau tim luar, tim medis dan manajernya banyak. Tidak hanya pelatih strategi bermain saja”, pungkasnya. (Bobotoh.id/FD/RCK Foto:instagram Rahayu S. Harum)

[socialpoll id=”2323123″]


[socialpoll id=”2354302″]

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.