VESPA, MEMBOROJOL TI PABRIK PESAWAT TERBANG!

Perang dunia II banyak memakan korban, pabrik pesawat Pontadera luluh lantak terkena ledakan bom. Setelah perang usai Piaggio, sang pemilik pabrik memutar otak bagaimana caranya membuat mobilitas masyarakat Italia kembali lancar untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Piaggio lalu mengubungi insiyurnya, Corradino DAscanio untuk merancang sebuah kendaraan yang sederhana, namun tetap nyaman dan elegan. Piaggio juga ingin kendaraan itu harus mudah digunakan oleh siapa saja, laki-laki maupun perempuan.

Ieu rame lur: DAFFA: KOWE TO SING MBALIK! HADEUH NAON IEU?!

Berbekal pengetahuannya tentang ilmu pesawat terbang dan kedigantaraan (aeronautika), D’Ascanio mewujudkan keinginan Piaggio, mantan boss pabrik pesawat terbang tersebut.

Seperti halnya pesawat terbang, kendaraan ciptaan D’Ascanio itu memiliki mesin yang menyatu dengan roda belakang, memindahkan gigi pada setang, dan garpu depan diseai seperti roda pendarat pesawat.

Vespa pertama rancangan D’Ascanio itu kemudian dinamai MP6 (Moto Piaggio 6) dengan mesin 2-tax 98cc yang memiiki tiga transmisi manual 3 percepatan. MP 6 berkekuatan 3,5 hp dengan kecepayan maksimal 60 km/jam.

Pada akhir 1949, Vespa telah diproduksi sebanyak 35 ribu unit dan dalam 10 tahun telah terjual hingga sekitar satu juta unit. Dalam perkembangannya, Vespa tak lagi diproduksi di pabrik Pontedera dan mulai diproduksi di luar Italia seperti Jerman, Inggris, Perancis, Belgia, Spanyol.

Seperti dikutip dari Liputan6.com, selain diproduksi di Eropa, Vespa juga mulai dirakit di Asia yaitu di Indonesia dan India pada penghujung dekade 1950-an. Sejak pertama kali diciptakan, Vespa telah hadir dalam berbagai varian seperti 125 pada 1948, 150 GS pada 1955, 50cc pada 1968, Primavera pada 1968 serta varian PX pada 1978 dan terus diproduksi hingga saat ini. (Bobotoh.id/RCK)

[socialpoll id=”2352715″]


 

[socialpoll id=”2352373″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.