IEU PENDAPAT MANAJER PERSIB TENTANG KLB PSSI!

Dengan dicabutnya SK Menpora tentang pembekuan PSSI, maka Kongres FIFA memutuskan untuk mencabut sanksi yang diterima Indonesia  melalui mekanisme kongres di Mexico City pada tanggal 13 Mei 2016yang lalu. Pencabutan sanksi FIFA tersebut membuat  banyak pihak merasa lega. Karena dengan demikian Indonesia dapat membangun kembali persepakbolaan yang tertunda selama satu tahun belakangan.

Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar pun merasa senang dengan pencabutan sanksi ini. Menurutnya jangan sampai kejadian seperti ini (dijatuhi sanksi) kembali terulang kembali. “Kita sudah dihukum, diperingati. Semua harus ingat jangan sampai kejadian lagi dan terulang,” harapnya saat ditemui menjelang kick off pertandingan
Persib Bandung melawan Bali United di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu sore kemarin (14/5/2016).

Ieu Rame Lur:  TERNYATA SERGIO MENÉNJO PERSIB MENGLAWAN BALI UNITED!

Menyusul adanya desakan untuk menyelenggarakan Kongres Luar Biasa PSSI dari Pemerintah (Menpora), Umuh kembali menegaskan bahwa jadi atau tidaknya KLB itu harus diputuskan oleh anggota. Pemerintah dalam hal ini tidak bisa memaksakan KLB karena harus sesuai dengan statuta PSSI dan juga FIFA. Tetapi bila anggota yang meminta, Umuh berjanji akan membawa aspirasi anggota tersebut.

Namun ia juga menyatakan bahwa dirinya belum mengadakan pertemuan lagi dengan 85 pemilik hak suara di Kongres PSSI. Sehingga belum mengetahui apakah KLB akan dilaksanakan atau tidak. Untuk itu ia berharap segera ada pertemuan dengan para pemilik suara untuk membicarakan kelanjutan KLB PSSI.

KLB PSSI terakhir kali dilakukan pada tahun 2015 di Surabaya. KLB yang direstui FIFA tersebut menetapkan bahwa La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum dan Joko Driyono sebagai Ssekretaris Jendral PSSI. (Bobotoh.ID/RCK)

[socialpoll id=”2359458″]


[socialpoll id=”2359370″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.