IEU YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM MENJUAL HAPÉ ANDROID!

Masih ingat hestek (hashtag) #ModalFinal? Hestek ini digunakan Bobotoh, baik di Twitter maupun di Facebook untuk menjual barang kesayangannya demi mendapatkan biaya untuk ongkos mendukung Persib di final.

Nah salah satu barang yang banyak dijual adalah ponsel alias hape. Maklum piranti komunikasi ini yang paling banyak digunakan manusia dewasa ini. Bahkan bisa tiap orang bisa saja mempunyai dua unit ponsel.

Nah Bobotoh, berikut ada 8 langkah sebelum Bobotoh menjual ponsel kesayangan. Terutama jenis-jenis telepon pintar yang menggunakan sistem operasi Android, seperti yang diberitakan oleh Kompas.com.

1. Keluarkan kartu SIM

Jangan sampai kartu SIM tertinggal di dalam ponsel. Bisa repot kan bila SIM card tersebut disalahgunakan orang lain.
2. Back up data ponsel

File daftar kontak bisa di-backup lewat sinkronisasi dengan layanan Google. Kunjungi settings > accounts > Google > (nama akun) dan pastikan opsi “Sync” untuk semua jenis layanan yang dikehendaki sudah dinyalakan.

Dengan begitu, begitu pengguna sudah berganti ponsel, data terkini dari aneka layanan yang sudah tersinkronisasi tersebut akan langsung ditransfer secara otomatis ke perangkat baru.

Data berukuran besar seperti file foto dan video lebih praktis disalin ke kartu memori microSD untuk kemudian disalin ke komputer. Bisa juga dengan langsung menancapkan perangkat ke komputer.
3. Keluarkan kartu memori

Jangan lupa untuk turut melepas kartu memori microSD agar isinya tak ikut terhapus secara tidak sengaja atau terbawa ke tangan pembeli. Kartu memori microSD biasanya diletakkan secara berdampingan dengan kartu SIM. Entah di balik penutup belakang, tray khusus, atau lokasi lain.

4. Hapus data
Ini adalah bagian terpenting yang wajib dilakukan sebelum menjual perangkat Android bekas.

Untuk menghapus semua data dan mengembalikan setelan ponsel seperti saat pertama dipakai, pilih opsi “Factory Reset” yang biasanya terdapat di settings > backup & reset.Pengguna bakal diminta memasukkan kode PIN atau metode locking lainnya yang dipakai untuk mengunci perangkat sebelum sistem operasi melakukan factory reset.

Usai melakukan factory reset, informasi-informasi ini akan terhapus dari ponsel:
– Akun Google
– Akun-akun lain (Facebook, Twitter, dll.)
– Aplikasi yang terpasang
– Data konfigurasi ponsel dan aplikasi
– Berbagai file lain (foto, video, musik, dll.)

IEU RAMÉ LUR: KAMU HARUS MASUK GOL KAMU HARUS MASUK GOL CEUK DEJAN. KA SAHA NYA?

5. Enkripsi data sebelum factory reset
Data yang terhapus lewat factory reset sebenarnya masih bisa dipulihkan kembali lewat teknik digital forensic sehingga masih rawan diambil oleh pihak lain. Apabila pengguna perlu meyakinkan bahwa telah data benar-benar tidak bisa diakses, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan, yakni dengan mengaktifkan enkripsi sebelum melakukan factory reset.

Usai melakukan factory reset, informasi-informasi ini akan terhapus dari ponsel:
– Akun Google
– Akun-akun lain (Facebook, Twitter, dll.)
– Aplikasi yang terpasang
– Data konfigurasi ponsel dan aplikasi
– Berbagai file lain (foto, video, musik, dll.)

5. Enkripsi data sebelum factory reset

Data yang terhapus lewat factory reset sebenarnya masih bisa dipulihkan kembali lewat teknik digital forensic sehingga masih rawan diambil oleh pihak lain. Apabila pengguna perlu meyakinkan bahwa telah data benar-benar tidak bisa diakses, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan, yakni dengan mengaktifkan enkripsi sebelum melakukan factory reset.

Aktifkan enkripsi di menu settings > security > encrypt phone. Prosesnya akan memakan waktu cukup lama dan mengharuskan ponsel terpasang ke charger.

Setelah selesai dienkripsi, barulah jalankan factory reset. Dengan begini, kalaupun file dalam ponsel masih bisa diambil setelah terhapus, pihak lain tak akan bisa membukanya karena terenkripsi.

6. Bersihkan ponsel

Begitu software ponsel sudah “bersih”, kini waktunya membersihkan ponsel secara harfiah. Paonsel yang bersih dari noda akan tetap lebih menarik di mata calon pembeli.Salah satu cara termudah membersihkan ponsel adalah dengan memakai kain microfber yang bisa dibeli di banyak toko gadget, toko kamera, atau toko kacamata.

7. Kemas kembali ponsel dan aksesori
Ada baiknya menyimpan kemasan, dokumen-dokumen, dan aksesori ponsel di satu tempat setelah kotak dibuka sehingga gampang dicari. Manfaatnya akan terasa saat ingin menjual ponsel.

8. Foto yang menarik
Menyiapkan ponsel dan aksesori lain yang akan dikemas ulang, ada baiknya dilakukan sekaligus memotret perangkat semenarik mungkin. Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan ponsel di dekat sumber cahaya tidak langsung, seperti jendela rumah. (Bobotoh.ID/RCK)

[socialpoll id=”2356593″]


[socialpoll id=”2317542″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.