INI ALASAN KUNAON KASUS PERSIJA & SLEMAN TIDAK MASUK SIDANG KOMDIS !

Kasus kerusuhan yang menewaskan suporter Persija Jakarta dan PSS Sleman tidak masuk dalam agenda sidang Komdis PT. Gelora Trisula Semesta (GTS). Menurut Direktur Kompetisi dan Regulasi GTS, Ratu Tisha Destria, kejadian dua kerusuhan tersebut terjadi diluar stadion sehingga tidak masuk ranah komdis.

“(Kasus) PSS Sleman terjadinya di luar stadion jadi tidak bisa kita sidangkan di Komdis. Kami tidak bisa menghukum orang tanpa ada aturan tertulis. Kecuali nanti ada aturan yang mengatur hingga radius 10-20 km. Itu kan sebetulnya bukan ranah operator.” ujar Tisha seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Ieu Rame Lur : Hadapi MU, Pugliara Nurutan Kiper Arsenal !

Meski tidak masuk dalam agenda sidang komdis, pihak GTS tidak akan lepas tanggung jawab begitu saja. “Kedua kasus itu tidak melanggar regulasi apapun karena terjadi di luar stadion. Tapi GTS memiliki sikap mendatangi klub dan istilahnya ngobrol bersama agar mencari tahu bagaimana edukasi suporter ke depannya,” ujar Tisha menambahkan.

“Jadi kedua kasus itu tak bisa dihukum (oleh GTS) karena tidak masuk areanya kompetisi. Kami hanya bisa menunjukkan kepedulian kami sebagai bagian dari dunia sepak bola.”

M. Fahreza, seorang suporter Persija meninggal dunia akibat mendapat tindak kekerasan dari aparat keamanan. Sedangkan Stanislaus Gandhang Deswara seorang pendukung Sleman tewas akibat bentrokan di Jalan Magelang, Sleman beberapa waktu lalu. (bobotoh.id/HL)

[socialpoll id=”2317542″]


[socialpoll id=”2362606″]

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.