KANTOR GOOGLE DIGEREBEG POLISI. WAH NAHA?

Tak disangka-sangka, kantor Google Perancis yang terletak di Paris digerebeg oleh petugas polisi dan penyidik pajak. Penggerebegan yang dilakukan hari Selasa pagi  waktu setempat tersebut ( 24/5/2016) disaksikan langsung oleh ratusan karyawan yang sedang bekerja.

Ternyata, perusahaan teknologi informasi global tersebut dianggap mengemplang pajak yang harus dibayarkan pada Pemerintah Prancis. Jumlah pajak yang harus dibayar Google di Prancis adalah sekitar USD 1,12 miliar atau setara dengan Rp. 15,2 triliun.

IEU RAMÉ LUR: TAHU BULAT MENGÉCOT KEPOPULERAN C.O.C DI PLAYSTORE!

Penggerebekan ini langsung ditanggapi juru bicara Google. Ia mengindikasikan pihaknya tak memiliki masalah pajak, namun akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pemangku kebijakan di Perancis. “Kami mematuhi hukum pajak di Perancis, seperti di negara-negara lain,” kata dia. “Kami bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk menjawab pertanyaan mereka,” ia menambahkan.

Seperti diberitakan oleh Kompas.com, peristiwa yang menimpa Google ini bukan yang pertama kali, tetapi sudah keduakalinya. CEO Sundar Pichai bahkan sudah pernah menyinggung soal perpajakan di Perancis. Menurutnya, sebagai perusahaan global, Google wajib mematuhi ketentuan pajak di mana saja. Hanya saja, ia menyarankan pemerintah membuat aturan yang lebih sederhana. “Kami terus mengadvokasi agar sistem pajak global dibuat lebih sederhana,” ujarnya.

Masalah pajak untuk korporasi global juga dimasalahkan pemerintah Indonesia. Google juga sempat disorot pemerintah Indonesia karena masalah pajak. Pasalnya, selama ini Google hanya membuat kantor perwakilan, bukan kantor tetap. Karenanya, transaksi bisnis Google yang terjadi di Tanah Air tak berpengaruh pada peningkatan pendapatan negara. (Bobotoh.ID/RCK)

[socialpoll id=”2319472″]


[socialpoll id=”2362041″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.