MASIH PAKAI KNALPOT GANDÉNG? SIAP SAJA DIBEGINIKAN !

Bobotoh masih ingat beberapa waktu lalu, Kang Emil, Walikota Bandung pernah menghukum seorang pemotor yang melanggar aturan lalu lintas. Pemotor tersebut tertangkap razzia kepolisian kota bandung karena memakai knalpot yang suaranya bising.

Kang Emil menghukum si pemotor dengan menyuruhnya berjongkok dekat knalpot motornya, sementara itu Kang Emil menggeber gas hingga knalpot itu bersuara dengan sangat bising.

Ieu rame lur: REKAN SPASO DI MU NGANTUNKEUN !!!

Nah kejadian tersebut sepertinya terjadi lagi. Tapi kali ini dilakukan oleh petugas kepolisian di Sukabumi. Dari akun Facebook Satlantas Polres Sukabumi hari ini, Senin 2 Mei 2016, mengunggah sebuah foto yang menarik.

Dari foto tersebut tampak petugas polisi dari Satlantas Polres Sukabumi sedang ‘menghukum’ seorang pemotor dengan menyuruhnya jongkok di dekat knalpot motornya. Terlihat dari gambar, motor tersebut menggunakan knalpot yang tidak standar. Sedangkan motornya sendiri, terlihat tidak menggunakan plat nomor di depan.

Nah Bobotoh yang masih menggunakan knalpot ‘gandéng’, sebaiknya ganti deh knalpotnya. Soalnya jelas mengganggu orang lain. Peraturannya pun jelas, mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.7 tahun 2009. Tingkat kebisingan knalpot motor yang diatur dalam peraturan menteri tersebut adalah motor yang berkapasitas mesin kurang dari 80 cc maksimal kebisingan knalpotnya 80 dB. Untuk motor berkapasitas 80-175 cc maksimal 90 dB dan di atas 175 cc maksimal juga 90 dB. Peraturan ini mengacu pada standar global ECE (Economic Comission for Europe)-R-41-01. (Bobotoh.ID/RCK)

[socialpoll id=”2356094″]


 

[socialpoll id=”2355667″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.