MONARKI, BAND BANDUNG NU HAYANG TEMBUS INTERNASIONAL!

Publik musik rock Bandung sepertinya harus mengenal Monarki, sebuah grup musik rock asal Bandung yang namanya cukup dikenal di kancah internasional. Grup yang didirikan tahun 2011 ini mengusung konsep rock-grunge-alternative yang membuatnya memiliki sound yang unik, ‘old school’ jadul tapi tetap catchy untuk didengarkan.

Walau sudah ada sejak tahun 2011, tapi grup ini baru merilis satu mini album atau EP (extended play), “Eyes of The Future” pada April 2016 yang lalu. EP yang bermaterikan lima lagu ini, menjagokan “Turn My Day Off” sebagai lagu utama.

IEU RAMÉ LUR: 10 FOTO “DEBUT KEDUA” SERGIO DI PERSIB!

“Walaupun tema lirik dalam Turn My Day Off ini bertema putus cinta, tapi Monarki melakukan eksplorasi pada sound-nya,” terang Revly leader sekaligus gitaris Monarki. Menurutnya sound yang digeber di lagu ini sangat berbeda dengan sound-sound band Indonesia pada umumnya.

Bahkan pada video klip yang diunggah di laman Youtube, mengundang pujian dari Jason Becker, mantan personil Cacophony bersama Marty Friedman (Megadeth) serta David Lee Roth Band. Tidak hanya itu, Eet Sjahranie (Edane, God Bless) serta Ridho Slank (Slank) juga turut memberikan pujian atas lagu Monarki tersebut.

Sebagai band Indonesia yang membidik pasar Internasional, Monarki pernah terpilih sebagai 30 band di Talent Developmnet Guiness Amplify (2014), final 6 Band Pilihan Bulan ini di Firebrand Rock Radio of United Kingdom (2014). Selain itu satu lagu yang berada di EP mereka, “Monarchy of Heart” terpilih sebagai soundtrack untuk film Thriller yang dirilis Extreme Script Crew, Jerman (2013).

Ketika ditanya mengenai pilihan lirik dan sound yang diramunya, Revly menjelaskan bahwa materi EP adalah sebagian besar merupakan gagasan dan garapannya. Sisanya digarap bersama-sama dengan personil lainnya. Kesenioran Revly di tubuh band ini memang menjadi catatan tersendiri, karena Revly sudah cukup memasuki usia ‘matang’ sedangkan personil lainnya masih berusia 20-30 tahun. “Mungkin karena sudah mengalami berbagai fase trend musik rock sejak tahun 1980-an yang membuat saya menggarap sebagian materi di EP”, jelasnya lagi.

Kabar terakhir Monarki saat ini sedang menjalani proses penjajagan dengan sebuah label dari Stuttgart Jerman. “Bukan recording, tetapi pada materi lagu yang sudah ada. Jadi lebih ke distribusi lagu-lagu di EP kami”, jelas Revly lagi.

Ketika ditanya apakah tersirat untuk membuat sebuah lagu untuk Persib, Revly menjawab “tentu saja, cuma saya ingin mencari sebuah lagu yang ‘anthemic’ yang megah dan gagah . Namun masih belum sempat karena kesibukan lain”, harapnya. Maklum rata-rata musisi yang bergabung di Monarki ini tidak 100% menggantungkan hidup sebagai musisi tetapi juga berkarya di bidang non-musik.

Nah Bobotoh, sambil menunggu jadwal pertandingan berikutnya, berikut link “Turn My Day Off” yang menjadi andalan Monarki Band. Kabarnya, lagu ini menjadi sebuah lagu ‘ritual wajib’ yang selalu diputar oleh sebuah komunitas drag race di Melbourne Australia sebelum memulai balapan. Sedangkan bila ingin mendapatkan EP-nya, Bobotoh dapat mengunjungi Fanspage Monarki di Facebook dan melakukan pemesanan secara online.(Bobotoh.ID/RCK)

[socialpoll id=”2363394″]


[socialpoll id=”2363226″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.