NYALAKAN FLARE, KLUB INI DISURATAN KU PT. GTS!

Panpel Persela Lamongan tidak membantah surat nomor 006/GTS-DISIPLIN/V/2016 dari PT. Gelora Trisula Semesta (PT.GTS) yang menyatakan bahwa PT. GTS menemukan fakta dan indikasi terjadinya pelanggaran Kode Disiplin GTS dalam pertandingan tersebut berupa tindakan penyalaan Flare oleh suporter Persela Lamongan. Surat bernomor 006/GTS-DISIPLIN/V/2016 diterima Panpel Persela setelah ditemukan fakta bahwa supporter Persela menyalakan flare saat Persela menjamu Persegres Gresik United di Stadion Surajaya, Sabtu lalu (30/4/2016).

Andika Hangga, media officer Persela mengakui bahwa ada supporter yang menyalakan flare lima menit setelah pertandingan usai. Setidaknya ada empat flare yang menyala di tribun sebelah utara dan timur. Padahal sejak dari awal PT. GTS sudah mensosialisasikan bahwa menyalakan flare akan diancam hukuman denda karena melanggar regulasi ISC A.

Ieu rame lur: 5 FOTO SKUAT PERSIB BERSANTAI DI PANTAI SAMÉMÉH KA SAMARINDA!

Harus diketahui bahwa penyalaan flare, fireworks, smoke bomb, laser, spanduk bernada rasis, yel-yel bernada rasis, dapat dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin
dan terhadap hal tersebut akan dikenakan sangsi sesuai kode disiplin, yang tercantum dalam Pasal 55 Regulasi ISC A 2016. “Dalam kode disiplin tersebut, ada denda 10 juta yang ditujukan kepada panpel Persela,” ungkap Andika Hangga.

Dari laman klub Persela, Sekretaris Panpel Persela Muji Santoso mengatakan bahwa pihaknya menghimbau sekali lagi kepada para suporter untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. “Jika memang cinta terhadap tim, usahakan jangan mengulangi hal tersebut. Karena denda akan selalu dibebankan kepada tim, denda itu akan sangat merugikan tim”, ujar Muji. (Bobotoh.ID/RCK)

[socialpoll id=”2331366″]


[socialpoll id=”2356517″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.