POLISI CYBER INCAR ADMIN AKUN-AKUN DEU JÉK!

Kerusuhan di GBK saat pertandingan antara Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC, Jumat minggu lalu, 24/6/2016 terus diungkap pihak kepolisian daerah Metro Jaya. Menurut Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, kerusuhan ini berhubungan dengan jejaring sosial akun-akun Jakmania.

“Mereka ini tidak saling kenal, tapi dengan adanya jejaring sosial mereka ini bisa memprovokasi kawan-kawan Jakmania lain. Dengan cara posting gambar dan komentar menghasut yakni ujaran kebencian,” paparnya ketika ditemui Merdeka.com di Mapolda Metro Jaya, Selasa 28/6/2016. Menurutnya Lanjut Fadil, peristiwa kerusuhan di GBK waktu lalu itu tidak terbangun begitu saja. Menurut dia, mereka membangun melalui jaringan media sosial.

IEU RAMÉ LUR: 14 FOTO KULINER ITIKAF DI MASJID HABIBBURAHMAN!

Fadil menambahkan, bagi mereka yang terbukti melakukan penghasutan di dunia maya akan ditindak tegas sesuai Undang-Undang ITE. “Kami terus selidiki sampai tuntas, jika terbukti maka dihukum sesuai UU ITE,” tegasnya.

“Sebab itu para admin akun Jakmania nanti kita berikan bimbingan sehingga tidak terjadi lagi hal seperti ini,” imbaunya. “Perlu kita sampaikan, sambung Fadil, “bagi mereka melakukan ujaran kebencian di dunia maya tidak akan lepas dari jerat hukum!”.

Pada kerusuhan tersebut 4 orang polisi terluka parah akibat diserang secara brutal oleh suporter Persija di dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno. Selain itu seorang pedagang meninggal akibat terkena lemparan benda keras di wajahnya dan meninggal di TKP. (Bobotoh.id/RCK).

[socialpoll id=”2370236″]


[socialpoll id=”2370688″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.