CIKAPUNDUNG RIVER SPOT, DISUKA TAPI KURANG TERAWAT!

Taman Cikapundung Riverspot merupakan salah satu taman yang berada di tengah-tengah Kota Bandung, tepatnya berada di arah utara Gedung Merdeka jalan Asia Afrika Bandung. Taman Cikapundung Riverspot mulanya adalah tempat parkiran bus yang juga yang sering digunakan untuk hal negatif.

Tetapi semenjak diresmikan pada bulan Juni 2015 parkiran tersebut berubah menjadi taman yang sekarang disebut Cikapundung Riverpot. Taman Cikapundung Riverspot sendiri dibangun untuk menjelang acara peringatan 50 tahun Konfrensi Asia-Afrika pada tahun 2015 silam.

IEU RAMÉ LUR: UMUH: BERAPAPUN NILAINYA, SAYA AKAN GANTI KERUSAKAN GBLA!

Taman Cikapundung River Spot ini dikelola langsung oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan kelompok relawan Clean Action. Fasilitas publik yang disediakan melengkapi taman ini adalah meja panjang, mushola, WC, dan smoking area di lantai dua untuk para pengunjung yang merokok. Selain itu, ada air mancur seperti yang terdapat di Taman Teras Cikapundung, yakni air mancur bermusik.

Secara garis besar, air mancur bermusik sama halnya dengan air bergoyang di Taman Teras Cikapundung. Perbedaannya hanya pada jam operasionalnya saja. Di Taman Cikapundung Riverspot dinyalakan hanya di waktu pengunjung sedang ramai dan dibatasi sampai jam 10.00 malam. Sedangka di saat waktu sholat dan adzan berkumandang, air mancur tersebut dihentikan dulu selama 30 menit.

Tetapi, sangat disayangkan taman yang dibangun semula untuk memperingati peringatan 50 tahun Konfrensi Asia-Afrika sekarang terlihat kurang terawat. Ada beberapa fasilitas yang rusak dan serta tercium aroma tidak sedap akibat ada beberapa pengunjung yang nekad buang air kecil di tempat tersebut. Padahal di area tersebut sudah disediakan WC yang dibuka 24 jam.

Selain itu, keterbatasan pihak pengelola yang tidak tidak berada di sekitar taman selama 24 jam nonstop. Akibatnya malam hari sampai subuh kondisi taman tidak terpantau oleh petugas yang berjaga.

Seorang relawan Clean Action, Anton mengungkapkan masih kurangnya kesadaran masayarakat untuk berpartisipasi dalam perawatan fasilitas publik. “Masih banyak masyarakat yang kurang kesadaran dan rasa disiplinnya sementara kami tidak bisa berada di sini selama 24 jam penuh karena kamipun perlu istirahat,” jelasnya. Selain itu Anton menambahkan relawan yang bertugas tidak bisa mengambil tindakan seperti sanksi tilang.

Senada dengan yang diungkapkan oleh salah seorang pengunjung taman Kason Muhamad (22). “Lumayan sih, tempatnya strategis tapi kurang tempat berteduh dan kurang kesadaran masyarakat.”

Sedangkan Bayu (22) yang berdagang asongan di sekitar taman juga berpendapat Taman Cikapundung River Spot sebagai taman yang menarik walau bukan tidak ada kekurangan. “Alus ceuk saya mah, tapi kurangna kolamna teu ka urus, tapi ari tempatna mah bagus (kalau menurut saya bagus, cuman kolamnya saja tidak terurus, tapi bagus tempatnya),” sesalnya. (Bobotoh.id/Raka Ganda Permadi/Arif Nurdinto/JOB).

 

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-007

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-011

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-010

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-009

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-008

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-006

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-005

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-004

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-003

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-002

ARIF-JOB-CIKAPUNDUNG-20072016-001

[socialpoll id=”2375331″]


[socialpoll id=”2375054″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.