INI SOAL KECINTAAN, HATI KAMI SUDAH TERLANJUR BIRU

Seiring menurunnya kualitas permainan, ofisial Persib dan pemain jadi sasaran. Tentang tidak ada suplai  bola pada striker dan mandulnya beberapa striker di persib. Menurut pandangan penulis ini bukan masalah playmaker saja.

Masalah di wing nya juga tidak ada umpan seperti halnya Supardi dan M. Ridwan dulu. Sedangkan permainan Persib dari dulu memiliki ciri khas nya bermain di wing-nya.

Siapapun strikernya pasti akan kesulitan untuk mencetak gol. Sudah dicoba dengan memasang Sergio van Dijk dan juga ‘Sampiero’ Arif. Tetapi  mereka pun terlihat bingung karena tidak ada aliran bola. Malah goal getter yang sibuk mencari bola. Begitu ada bola yang ‘enak’ goal getter selalu tidak ada di tempat.

IEU RAMÉ LUR: KECELAKAAN, BEK EMYU MALAH DIBULLY!

Ada yang tidak jalan dari lini ke lini nya, pelatih memang membawa andil besar terhadap ini dan puncaknya terjadi saat Persib kalah telak dari Bhayangkara SU. Mental Dejan diuji sampai akhirnya ia mengundurkan diri. Beberapa pemain menjadi sorotan atas buruknya permainan Persib selama ini di bawah asuhan coach Dejan.

Pada saat jumpa pers usai laga, ekspresi pelatih Bhayangkara SU terlihat seolah tak percaya tim-nya bisa menang telak atas “Si Pangeran Biru”.  Ia berpendapat, ini bukan Persib yang sesungguhnya. Persib sedang ‘sakit’.

Ucapan Pelatih BSU itu  seolah menyatakan bila  tidak pantas sekelas PERSIB bisa dikalahkan dengan mudah. Tim ini menjadi juara ISL 2014 , Juara Piala Presiden 2015, dan  calon juara 2016 . Tim yang penuh ditaburi ‘pemain bintang’. Ada apa dengan PERSIB?

Entahlah biar waktu yang menjawab, karena terlalu dini untuk berspekulasi. Masih banyak pertandingan di depan sana yang harus di lakoni ‘Si Maung Bandung’.

***

Tetapi yang jelas pasti menjadi juara di 2014 dengan pemain yang sekarang itu beda. Banyak pemain penting yang hijrah, tim mayoritas pemain baru sekarang. Harus membangun kembali pondasinya biar kuat. Tetapi harus diingat, Persib bukan tim kecil, bukan tim tarkam.

Ini  PERSIB dengan animo suporternya yang luar biasa. Bila sudah kadung cinta, siapa sih yang rela disakiti ataupun di permalukan? Cinta itu soal hati. Hati kami sudah terlanjur ‘biru’. Maka itulah mengapa kami tidak mau tahu ini pemain baru, ini pelatih baru atau alasan apapun itu.

Memang resikonya seperti ini bermain di tim besar. Bila tidak siap dengan mental, lebih baik tidak usah mencoba sama sekali. Dilema sebetulnya bila sudah cinta jelek kita kritik akan menjadi beban terhadap official tim maupun pemain.  Mereka dituntut untuk memberikan permainan terbaiknya.

Bobotoh menekan pelatih, pelatih menekan pemain, pemain tertekan permainan semakin berantakan! Bila tidak dikritik, sebagai pencinta sepak bola, terutama Persib, pasti akan merasa kesal bila melihat tim kebanggaan ‘melenoy’.

Hal wajar apalagi usai menjadi  juara tekanan dan tuntutan semakin tinggi. Banyak yang berasumsi dengan hasil kemenangan 2-1 atas Naga Mekes (Mitra Kukar)  adalah tolok ukur kebangkitan Persib. Seolah Sang Maung sudah bangun dari tidurnya.

Mari kita doakan saja yang terbaik. Kita lihat bagaimana ke depannya (*)

M. Elga Arta Winata, Pecinta Maung Bandung sejak kecil

 

Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis apa saja tentang Persib, Bobotoh, dan sepak bola. Tulisan tidak selalu harus sependapat dengan Redaksi. Kirim tulisan antara 500 – 1000 kata, tulisan yang masuk akan melalui proses penyuntingan terlebih dulu.

 [socialpoll id=”2370416″]


[socialpoll id=”2372115″]

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.