INSTAGRAM KORLANTAS POLRI UNGGAH FOTO EKS PEMAIN PERSIB, KUNAON ?!

Akun instagram Korlantas atau Polantas Indonesia mengunggah sebuah foto kolase yang didalamnya terdapat foto eks pemain asing Nasser AL Sebai. Bukan karena melanggar peraturan lalu lintas atau pelanggaran lainnya, foto Nasser yang diunggah Korlantas Polri itu ketika sang pemain sedang melakukan solat disebuah lapangan futsal beberapa tahun silam.

Pihak korlantas rupanya sedang memberikan keterangan terkait adanya foto polisi yang melakukan solat dengan menggunakan helm. Foto tersebut sempat mendapat cibiran bahkan dinilai melecehkan solat itu sendiri.

Ieu Rame Lur : Tidak Sesuai Harapan, Belencoso Didepak ?!

Korlantas melalui akun Instagramnya itu ingin membandingkan beberapa foto solat dalam keadaan darurat. Selain foto eks pemain persib Nasser Al Sebai, ada juga beberapa foto pasukan perang yang sedang solat dengan membawa senapan. (.id/HL)

Berikut ini keterangan dari korlantas yang diunggah melalui akun Instagramnya :

“Jika kamu dalam keadaan takut, maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan.” (Qs Al-Baqarah ayat: 239)
________________________________________________

Sebulan lalu kami sering dapat mention maupun pertanyan terkait foto anggota polantas sedang melaksanakan sholat tapi dengan menggunakan helm, banyak komentar yang menyebutkan bahwa itu termasuk bentuk pelecehan/penistaan terhadap agama islam.
Saat itu kami berusaha jawab dengan obyektif, bahwa sebuah foto itu berjuta makna, tergantung penilaian dari yang melihat, terkecuali jika kita yang take sendiri foto tersebut atau terkecuali jika sebuah foto mencantumkan keterangan jelas, terkait siapa, apa, dimana, dengan siapa, melakukan apa, kapan, dll.
Nah dalam foto sholat pakai helm tsb, tidak pernah ada keterangan jelas ketika ditampilkan di media sosial manapun, bahwa foto itu “ceritanya” bagaimana? Seharusnya siapapun yang take foto itu dan kemudian menguploadnya pertama kali ke dunia maya, bisa berikan keterangan jelas, sehingga tidak ambigu dan menimbulkan persepsi macam-macam.

Nah kalau menilai foto dengan persepsi masing-masing, ya boleh saja kami berasumsi bahwa polantas dalam foto itu sedang dalam keadaan darurat/diburu waktu, sehingga yang penting bisa sholat saja, tidak sempat lepas atribut dan sepatu misalnya, karena dalam Islam juga diajarkan bagaimana sholat ketika dalam keadaan darurat, keadaan perang, keadaan sakit, dan keadaan terpaksa. Karena dalam ajaran Islam hal tersebut merupakan “rukhshah” (keringanan) yang diberikan oleh Allah SWT untuk kita pada kondisi-kondisi tertentu.

"Jika kamu dalam keadaan takut, maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan.” (Qs Al-Baqarah ayat: 239) ________________________________________________ Sebulan lalu kami sering dapat mention maupun pertanyan terkait foto anggota polantas sedang melaksanakan sholat tapi dengan menggunakan helm, banyak komentar yang menyebutkan bahwa itu termasuk bentuk pelecehan/penistaan terhadap agama islam. Saat itu kami berusaha jawab dengan obyektif, bahwa sebuah foto itu berjuta makna, tergantung penilaian dari yang melihat, terkecuali jika kita yang take sendiri foto tersebut atau terkecuali jika sebuah foto mencantumkan keterangan jelas, terkait siapa, apa, dimana, dengan siapa, melakukan apa, kapan, dll. Nah dalam foto sholat pakai helm tsb, tidak pernah ada keterangan jelas ketika ditampilkan di media sosial manapun, bahwa foto itu "ceritanya" bagaimana? Seharusnya siapapun yang take foto itu dan kemudian menguploadnya pertama kali ke dunia maya, bisa berikan keterangan jelas, sehingga tidak ambigu dan menimbulkan persepsi macam-macam. Nah kalau menilai foto dengan persepsi masing-masing, ya boleh saja kami berasumsi bahwa polantas dalam foto itu sedang dalam keadaan darurat/diburu waktu, sehingga yang penting bisa sholat saja, tidak sempat lepas atribut dan sepatu misalnya, karena dalam Islam juga diajarkan bagaimana sholat ketika dalam keadaan darurat, keadaan perang, keadaan sakit, dan keadaan terpaksa. Karena dalam ajaran Islam hal tersebut merupakan "rukhshah" (keringanan) yang diberikan oleh Allah SWT untuk kita pada kondisi-kondisi tertentu. ________________________________________________ Hari ini beberapa akun juga kembali upload foto tersebut dengan caption-caption yang seolah mendeskriditkan polisi, maka kami hanya bisa berpesan saja kepada kita semua, alangkah baiknya jika tiba suatu berita kepada kita, carilah dulu data dan fakta apa yang terkandung didalamnya, baru kemudian kita bisa menyimpulkan secara obyektif, istilahnya "tabayyun" kalau menurut umat muslim. Trims.

A photo posted by Polantas Indonesia (@korlantas) on

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.