MASJID AGUNG, IKON SEJARAH KOTA BANDUNG YANG KAPOPOHOHEUKEUN!

Bale Nyungcung, begitu sebutan masjid legendaris ini di tahun 30-an. Sudah sekitar dua abad lebih lamanya masjid yang menjadi salah satu ikon Kota Bandung berdiri tegak dan anggun dengan menara kembarnya yang khas.

Selama dua abad ini pun Masjid yang telah menjadi saksi bisu pergolakan nasional di kota Bandung telah delapan kali wajah semenjak masjid ini didirikan disekitar tahun 1810/1812 M. Masjid Agung Bandung sendiri terletak di jalan Asia Afrika dengan alun-alun kota Bandung sebagai halamannya.

IEU RAMÉ LUR: PERLANCAR AKSES KA SJH, PAMARÉNTAH BANGUN TOL SOROJA. IEU 11 FOTONA!

Pada awal mula pembuatan Masjid Agung Bandung sendiri berawal dari pembangunan Pendopo Bandung pada tanggal 25 Desember 1810. Arsitektur Mesjid Agung seperti halnya mesjid-mesjid tradisional di Nusantara, yakni atap berpunuk. Kemudian pada tahun 1955 Masjid ini mengalami perombakan yang cukup besar dari atap berpunuk diganti dengan atap kubah untuk menyambut Konfrensi Asia-Afrika.

Menurut Dedy Rohaeni selaku wakil ketua DKM Masjid Agung seperti yang terdapatdalam buku “Menebar Syiar Dari Menara Kembar”, Ir. Soekarno (Presiden pertama RI) pernah turut andil dalam pembangunan Masjid Raya Bandung ini.

Pada masa itu Masjid Agung ingin dijadikan pusat kekuatan Islam. Deddy p menambahkan kalau usaha yang dicita-citakan oleh Bung Karno tersebut gagal karena dihalang-halangi oleh pihak kolonial Belanda.

Menjadi ironi adalah di era informasi ini sejarah perjalanan panjang Masjid Agung Bandung seperti dilupakan oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak tahu-menahu atau tidak peduli dengan sejarah si ‘Bale Nyungcung’ ini. (Bobotoh.id/Rakanda Ibrahim/JOB)

 

[socialpoll id=”2322436″]


[socialpoll id=”2375875″]

 

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.