MAUNG DALAM KOSMOLOGI URANG SUNDA!

Harimau atau Panthera tigris erat kaitannya dengan masyarakat Sunda. Dalam tataran pemikiran budaya Sunda, harimau yang berada di puncak tertinggi predasi makanan adalah simbol kekuatan dan kekuasaan.

Masyarakat Sunda melambangkan Prabu Siliwangi yang menguasai tatar Sunda berabad lampau sebagai harimau. Harimau pun dipakai oleh Kodam III Siliwangi sebagai lambang TNI yang bertugas di wilayah Jawa Barat.

IEU RAMÉ LUR: MAUNG BUKAN MACAN! IEU BEDANYA!

Salah satu habitat harimau yang legendaris dan penuh nuansa mistis adalah hutan Sancang di pesisir Garut Selatan. Harimau yang dikenal juga sebagai maung lodaya dikabarkan masih berada di wilayah tersebut. Namun sayangnya tidak pernah ada yang membuktikannya secara fisik, baik jejak maupun rekaman penampakan sehingga maung Sancang hanya menjadi bagian cerita mistis saja.

Masyarakat Sunda juga mengabadikan harimau dalam peribahasa, satu diantaranya adalah “Sagalak-galakna maung moal ngahakan anakna” (segalak-galaknya harimau tidak akan pernah memangsa anaknya sendiri).

Dalam buku Haryoto Kunto, “Bandung Tempo Doeleoe” (1984), disebutkan bahwa harimau terakhir yang berada di Tatar Ukur (wilayah Bandung Raya sekarang) berhasil ditangkap dan ditembak mati sekitar satu abad yang lalu.

Persib Bandung adalah klub sepak bola yang menggunakan lambang harimau sebagai identitas klub. Tentu saja beralasan mengingat eratnya hubungan masyarakat Sunda dengan harimau tersebut.

Artikel tentang harimau ini berkaitan dengan Hari Harimau Internasional yang jatuh setiap tanggal 29 Juli. Tentu dengan harapan Bobotoh juga dapat tertarik untuk aktif melestarikan lingkungan. Kepunahan satwa ganas ini adalah akibat tekanan manusia yang mengakibatkan berkurangnya luasan hutan yang menjadi habitat harimau. (Bobotoh.id/RCK)

[socialpoll id=”2377847″]


[socialpoll id=”2377585″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.