NGALÉCÉHKEUN BOROBUDUR RED BULL MEMÉNTA MAAF

Perusahaan minuman energi “Red Bull” akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia terkait aksi parkour atau free running yang dilakukan salah satu atletnya di Candi Borobudur, Maret lalu. Permintaan maaf itu disampaikan melalui surat terbuka yang diterbitkan di beberapa media cetak nasional dan lokal selama tiga hari sejak 29 Juni – 1 Juli 2016.

Menurut Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Marsis Sutopo, hal tersebut menunjukkan Red Bull menyadari jika aksi salah satu atletnya telah mencederai upaya pelestarian cagar budaya peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia. Marsis tidak mempermasalahkan meski permohonan maaf itu baru disampaikan beberapa bulan setelah  kejadian. Masalahnya teguran kepada perusahaan yang berbasis di Austria itu juga melalui proses dan birokrasi yang tidak singkat.

IEU RAMÉ LUR: HEAD TO HEAD: PERSIB VS PSM PERTEMUAN TIM KLASIK YANG SEDANG ‘GETIHAN’!

“Kami melakukan protes melalui akun facebook Red Bull setelah video itu ditayangkan dan menjadi perbincangan publik di media sosial. Kami kemudian melakukan penyelidikan yang hasilnya dilaporkan ke pusat (Dirjen Kebudayaan Kemendikbud). Pusat yang melakukan protes dan menegur resmi ke pihak Red Bull,” papar Marsis kepada Kompas.com

Marsis menyebut, aksi parkour di candi Borobudur dinilai telah melanggar UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.Dengan adanya kejadian tersebut Marsis berharap menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak berbuat semaunya di situs warisan dunia dan tempat yang disakralkan oleh umat Buddha tersebut. (Bobotoh.id/RCK).

[socialpoll id=”2371298″]


[socialpoll id=”2371058″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.