PEMAKAMAN PANDU, SISI ‘EROPA’ KOTA BANDUNG!

Mungkin terdengar sedikit menyeramkan mendengar istilah “pemakaman”, Tetapi belajar sejarah tidak hanya dengan mengunjungi museum saja. Di Bandung kita dapat menelusuri sejarah dengan datang ke suatu lahan pemakaman yaitu Pemakaman Pandu di Jl.Pasteur.

Luas pemakaman ini adalah sekitar 14 ha dengan 2 hektar lahan yang khusus digunakan untuk kompleks Ereverld sebagai makam pejuang Belanda. Makam-makam Belanda tersebut tidak dapat dikunjungi oleh sembarang orang karena dikhawatirkan merusak makam yang ada di dalam. Bila mau memasuki kawasan ini kita harus mengikuti proses perizinan yang harus di urus melalui pengelola makam Belanda tersebut di Jakarta.

IEU RAMÉ LUR: KOMANDAN VIKING KATÉPAAN ‘DEMAM’ POKEMON GO !

Seorang perawat makam, pak Heri (48) menuturkan bahwa pemakaman ini sering dijunjungi banyak orang. “Banyak yang datang ke sini setiap akhir pekan baik dari kalangan umum, mahasiswa, bahkan anak-anak sekolah menengah atas dengan tujuan berziarah maupun untuk menelusuri sejarah yang ada, ” tuturnya.

“Tapi, kalau di makam Ursone juga sering sekali dijadikan tempat pemotretan model, mereka bilang bangunannya bagus.” Pak Heri yang sudah bekerja selama 30 tahun sebagai perawat makam di Pemakaman Pandu ini menceritakan bahwa di sini terdapat peristirahatan beberapa orang yang memiliki pengaruh besar di Kota Bandung semasa hidupnya.

Mereka adalah keluarga Ursone, yang merupakan pengusaha susu Bandung Milk Centre yang makamnya dipindahkan dari Jl. Pajajaran ke taman Pandu. Makam Ursone memiliki desain bangunan bergaya Italia.

Pada saat ini hanya dapat ditemui dua buah patung, padahaldulunya terdapat lebih dari dua buah patung. Pada nisan di makam ini tertulis beberapa nama keluarga Ursone uang juga turut dimakamkan di sini.

Selain Ursone, di tempat ini terdapat pula makam Schoemaker. Schoemaker adalah arsitek yang merancang kompek ITB sekarang, Hotel Grand Preanger dan juga Gedung Merdeka. Schoemaker ini juga merupakan guru kesayangan Ir. Soekarno.

Selain itu ada juga makam seorang paranormal berbangsaan Belanda yang sering sekali dikunjungi oleh orang-orang tertarik dengan mistik.

Dewasa ini Pemakaman Pandu memang sudah terlihat penuh. Satu-satunya cara yang dapat menjamin makam lama untuk tidak dijadikan makam baru adalah pembayaran pajak.

Nah Bobotoh, jika Bobtotoh menyukai sejarah Kota Bandung tidak ada salahnya untuk mempelajari sejarah Bandung dengan cara lain seperti mengunjungi kompleks makam Pandu ini. (Bobotoh.id/Arif Nurdianto/JOB)

ARIF-PEMAKAMAN-PANDU-JOB-010

ARIF-PEMAKAMAN-PANDU-JOB-009

ARIF-PEMAKAMAN-PANDU-JOB-007

ARIF-PEMAKAMAN-PANDU-JOB-005

ARIF-PEMAKAMAN-PANDU-JOB-003

ARIF-PEMAKAMAN-PANDU-JOB-004

[socialpoll id=”2344226″]


[socialpoll id=”2377585″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.