ADAB MEMPERLAKUKAN PEMAIN, KUDU KUMAHA ?

Eko Maung – Tagar Opini #Savebelencoso

Katanya itu ungkapan simpati para Bobotoh kepada yang dianggap oleh pihak itu bermain tidak sesuai ekspektasi dan tidak sesuai harapan sehingga katanya pada waktu latihan dia (Belen) dicuekin diantepkeun sampai tidak dikasih kesempatan untuk gabung latihan.

Pertanyaannya adalah itu boleh atau ngga? terus apakah ada konsekusensi apa kalo pemain seperti itu? apakah dia bisa mengadu atau gimana?

Jadi kejadian itu bukan hal serperti yang diatur atau tidak diatur,tapi itu suatu etika atau adab bagaimana kita memperlakukan orang memperlakukan pemain.

Sebelum Belencoso saya ingin flashbak cerita tentang trio Polandia jadi mungkin Bobotoh juga ingat ada pemain asing generasi pertama yang bermain di dan itu ada tiga orang yaitu: Piotr Orlinski, Maciej Dolega, sama kipernya Marius Mucharski.

Hampir-hampir sama kasusnya jadi waktu itu ketiga orang polandia itu dianggap mainnya butut tidak sesuai harapan akhirnya mereka diputus gitu aja secara tiba-tiba dan merekapun akhirnya menuntut Persib secara hukum, saya masih ingat betul nama pengacara yang mereka pakai yaitu Atila Graziana.

Kalau waktu itu mungkin Bobotoh Persib kebanyakan masih mikirnya tradisional, jadi hubungannya Persib sebagai tim melawan trio polandia.

Ieu Rame Lur : CERITA BOBOTOH YANG PAPANGGIH BELENCOSO DI BANDARA!

Nah, sebetulnya yang terjadi di sana bukan Persib menghadapi trio Polandia tapi yang ada adalah manajemen Persib pada waktu itu menghadapi para pemain jadi jangan disebut trio Polandianya tapi sebut pemain sepak bola aja karena kalau trio Polandia jadinya seperti dikotak-kotakkan.

Jadi waktu itu seharusnya kita bela bukan melihat Persib atau ngganya jadi bisa saja walaupun manajemen Persib yang kita sayangi dan kita cintai tindakannya justru keliru.

Jadi waktu itu, yang dituntut oleh pemain itu bukan karena main butut terus diputus bukan itu, tapi hak-hak mereka.

Memperlakukan pemain sepak bola harus sesuai dengan kesepakatan awal, saya juga yakin pemain tidak keberatan tiba-tiba diberentikan secara sepihak karean dianggap mainnya butut karena di luar negeri juga seperti itu asalkan sesuai prosedur dan kesepakatan di awal tadi emang dipenuhi.

Misalkan untuk gaji atau kontraknya bisa distop tapi gajinya dibayar semua dulu kalau nggak berapa persennya gitu kalau misalnya ada klausul ada kesepakatan diawal itu harus dipenuhi itu aja sih simpel ko.

Nah, untuk kasus Belencoso sendiri saya lebih menyoroti bagaimana kesepakatan awalnya, mungkin disana juga melibatkan agen pemain nah biasanya disitu akan ada klausul pemain jadi misalnya kalau pemain tiba-tiba diputus ditengah jalan maka seperti apa konsekuensinya?

Mungkin ini keluar dari konteks tadi, jadi sebagus apapun pemain kalau umpannya kurang bagus dia ngga akan bisa bermain maksimal saya cuma bisa bilang itu. jadi kalao dilihat dari rekaman-rekaman waktu dia main di klub sebelumnya, Belencoso itu lumayan, ngga terlalu jelek dan mungkin diklub lamanya umpan-umpannya bagus.

Jadi kemaren itu ada masalah rasional dan emosional, ucapan dari bapak manajer Haji mungkin itu emosional padahal tidak ada pelanggaran yang dhukum dengan etika.

Ada yang ngomong kan Wa Haji ga etis blabla… segala macam, saya hanya bisa memberikan gambaran tidak pernah ada hukuman yang diberikan kepada sesuatu yang sifatnya pelanggaran etika.

Jadi untuk statemen Wa Haji Umuh itu gimana Bobotoh yang menilainya ada yang sepakat atau ngga atau mungkin ada yang ga suka sama caranya diantepkeun, dikucilken dan sebagainya..

Nah, kalau kita mau bicara yang pasti-pasti konteksnya dalam masalah kontrak Belencoso seperti apa? jadi ga bisa itu pemain didiemin, dicuekin dianggap butut tiba-tiba putus kontrak Persib ngga make lagi, tapi gajihnya ga dibayar atau hak-haknya tidak dipenuhi itu baru ga bisa. si pemain itu bisa menuntut ke federasi bisa ke AFC bisa juga sampai ke FIFA.

Kalau saya sih ga terlalu peduli ya mau Belencoso dibutut-butut sama manajemen, dikucilkan sama menajemen sama temen-temennya.

Penutup dari saya, saya ngga peduli sama hal-hal yang bersifat perasaan ya kan banyak yang ngomong kasihan terus ada juga urang Sunda mah Someah segala macem itu memang itu penting, tapi dalam konteks ini saya lebih ingin melihat pada kepastian hak-hak orang itu.

Jadi ga masalah dia mau dicuekin, diantepkeun di lapang itu buat saya ngga masalah selama hak-hak Belencoso terkait mungkin akomodasi, transport, mungkin dia disuruh ke bank atau gimana beserta gaji-gajinya itu harus dipenuhi manajemen tim oleh PT PBB juga gitu.

Mungkin itu saja komentar saya tentang Belencoso itu kan penilaian orang itu bebas, semua orang bebas menilai tapi untuk hak-haknya dia terkait hak ekonominya itu ga boleh ada penilaian lain itu harus dipenuhi. (Bobotoh.id/Eko Maung/FD)

[socialpoll id=”2377585″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.