HATE SPEECH !

Sebenarnya ini  ini ngga ada hubungannya dengan sepak bola tapi akhirnya terlanjur dilekatkan dengan dunia sepak bola karena pelakunya insan sepak bola.

Mungkin para Bobotoh yang punya Facebook,twitter atau sosial media lainnya sudah pada tahu tentang Capturan berupa Masage (DM) dari salah seorang kiper yang ditunjukkan kepada seseorang dan sialnya entah dia emosianal atau karena apa dia disitu menyebut-nyebut etnis, jadi dia melakukan penghinaan dengan kata-kata kasar, sarkas dia menyebut etnis Sunda. Ya tapi menurut saya juga sebetulnya ini harus ditinjau ulang.

Jadi karena yang diserang etnis Sunda, Kejawabaratan yang mayoritas Bobotoh Persib karena kan Persib itu identitas urang sunda, katanya dan akhirnya itu kan menyebar jadi viral akhirnya beberapa temen ngetag ke saya katanya ini gimana harus digimanain?, sebetulnya itu ngga gimana-gimana ya.

Jadi kalau dilihat apa yang dilakukan kiper itu kalau diliat dari undang-undang kalau ada yang mau mengadukan itu bisa masuk pidana ancaman hukumannya itu 6 tahun lho ya luayan.

Nah ini mirip ada menyebar kebencian,sara dan bla..bla..bla… ini mirip dengan sekjen The Jak Mania nah masalahnya ini ada yang mengaitkan dan saya disuruh bertindak.

Ini Perlu diketahui kalo Bobotoh yang suruh saya bertindak untuk diadukan ke polisi kan anda sendiri udah tahu seharusnya, anda udah tahu masalahnya, jadi kalau mau anda adukan silahkan anda adukan kalau merasa itu menyinggung anda atau etnis anda silahkan diadukan. Itu mah udah ga perlu pake bantuan orang lain anda bisa lagsung mengadukan ke Polisi.

Beda dengan kasus yang dialami sekjen jakmania, yang waktu itu saya ditunjuk jadi tim pembelanya itu beda lagi kalau itukan dia butuh bantuan ,terus dia punya tim dan perlu dikaetahui kalau yang ini beda hal Bobotoh, kalau yang ini secara umum semua orang punya hak bertindak dan legal standing yang pas, sebenarnya kasusnya ini beda.

Kalau waktu itu saya sebetulnya bukan menjadi pengacara, Bobotoh harus tahu kalau status saya itu bukan pengacara jadi sebetulnya saya ngga bisa beracara dan misalkan iya saya memang pengacara bisa dimintai tolong untuk mengadukan si kiper ini, karena ini mah semua orang punya legal standingnya sendiri-sendiri, bebas untuk siap aja. Jadi untuk yang butuh kuasa hukum untuk orang-orang tertentu.

Nah kalau untuk kasus ini bagi Bobotoh yang ingin bertindak ya itu mah silahkan saja ga perlu orang-orang tertentu, jadi siapapun bisa berbuat, kalo mau ya.

Nah kenapa kalau saya cendrung adem ayem?, karena sebetulnya yang namanya isu sara itu Bobotoh, kita itu bertanggung jawab untuk meredam sebetulnya. Jadi memang yang namanya Sara itu sensitif memang, suku, ras, agama itu sensitif banget tapi justru sebetulnya ada kewajiban untuk kita bisa meredam dalam artian kalau mau pake jalur hukum pun silahkan bukan dengan menyebar-nyebar luaskan nanti malah makin riuh sebetulnya, begitu lho menurut saya.

Terus menurut saya lagian ini juga bukan hal yang terlalu gimana, ini efeknya apa sih? karena cuman orang itu statemennya tendensius terhadap kita, tapi secara politik secara sosial secara budaya itu sebenarnya ngga mengubah apa-apa.

Jadi misalkan ada banyak yang ngomong, ngomel-ngomel, marah-marah karena menghina etnis Sunda, sebenarnya mungkin anda hanya geregetan ingin memberinya sebuah pelajaran tentang atitude, tentang jaga omongan itu sebenarnya silahkan saja.

Jadi ini mirip kasusnya dengan yang di Jogja, jadi waktu itu ada seorang mahasiswa asal mana gitu yang kuliah di salah satu universitas di Jogja tapi dia kata-katanya dianggap menghina warga Jogja. Dia bahkan dicekal dimana-mana sampai di kampusnya, ya itu silahkan saja karena kan persepsi orang berbeda-beda.

Kalau untuk kasus ini saya liatnya ini orang siapa sih? asa ga ngaruh-ngaruh banget orang biasa aja. nah mungkin itu lho Bobotoh.

Jadi saya perlu terangkan tentang hate spech dan saya hanya menghimbau untuk para Bobotoh kepada para suporter jadi ada yang namanya undang-undang ITE, undang-undang ini memang sebetulnya jadi kontroversi karena banyak hal yang bersifat ‘karet’, pasal-pasal ‘karet’ yang bisa digunakan atau disalahgunakan seseorang untuk mengkriminalisasi pihak lain terutama untuk orang-orang yang punya kekuasaan.

Jadi Undang-undang ITE ini kalau ngga pas penempatannya atau di luar kontekstual itu malahan bisa memberangus hak berekspresi setiap orang, hak berpendapat dll.

Tapi, Bobotoh juga harus waspada, terutama untuk suporter menjelang pertandingan-pertandingan besar biasanya ada twitwar terus komen-komen sembarangan, nah kalau anda lagi apes, sekali lagi kenapa saya katakan kalau apes?, karena saya yakin bukan hanya satu atau dua orang yang ngomong-ngomong sampai ke etnis, ejek-ejekan antar suporter saya yakin banyak banget.

Tapi ini kan karean adanya faktor apes, nah kalau apes nanti anda yang bisa kena jerat makannya harus hati-hati Bobotoh !.

Jadi gunakanlah media sosial itu dengan bijak terus dengan nalar yang baik dan harus tahu konsekuensinya. Kaya saya suka heureuy nih di media sosial suka ngejek orang tapi saya tahu batasan-batasan sudah saya perhitungkan ya dengan ngga menyebut suku, ngga menyebut ras, agama dll, jadi mau heureuy seekstrim apapun tetap kita harus perhitungkan konsekuensinya.

Saya kasih gambaran tentang bahayanya undang-undang ITE ini, jadi undang-undang ini punya delik pidana, jadi kalao pidana ini konsekuensinya kurungan, penjara. Untuk kasus pidana berat ya pasti hukuman mati, cuman kalau yang ini kan ngga, ya cuma paling dipenjara.

Jadi yang namanya hukum pidana ini sebenarnya kita itu main logika kaya matematika, jadi suatu tindakan dapat dikatakan memenuhi unsur pidana kalau terpenuhi unsur-unsurnya.

Misalkan pasal undang-undang ITE itu menyebutkan adalah dipidana orang yang mengeluarkan kata-kata kebencian dan menyangkut sara ya tinggal dicari. Oh ada kata-kata kebencian terpenuhi satu, oh dia juga menyebt sara terpenuhi dua nah udah kalau keduanya komplit orang itu bisa kena pidana dan ditangkep dan dipenjarakan.

Tapi kalau salah satunya aja ga ada itu ngga bisa karena seperti yang saya bilang sama kaya matematika misalkan kebenciannya ada tapi saranya ga ada nah itu ga bisa dipidana undang-undang ITE itu mungkin pake undang-undang lain.

Jadi gitu ya Bobotoh karena banyak yang nanya juga kenapa ko sekjen deujek dibelaan tapi ieu urang sunda te dibelaan?

Ya Bobotoh mikir sendiri lah kita inih etnis terbesar kedua di Indonesia sanajan ngaran urang Eko yang jawa pisan tapi kan saya urang sunda. Jadi segmen atau level kita ini bukan disitu-situ aja kalau anda mau membesarkan sunda maka besarkanlah dengan cara-cara yang beradab.

Jangan karena hal kontroversial sperti ini, anda seharusnya melihat aspek-aspek lainnya seperti misal sosial, ekonomi, budaya dimana orang-orang sunda itu justru semakin terpinggirkan, seperti banyaknya hotel tapi yang punya bukan pituin itu kan banyak Mal yang nguasainnya bukan pituin, pituinnya mungkin jadi tukang parkir atau ngga ada juga yang jadi tukang kopi di luarnya.

Itu yang sebenarnya strategis, anda ngomong urang Sunda urang sunda, pituin orang jawa barat kita harus lebih strategis disitu dan kalau saya kira hal seperti kontroversi seperti ini biasa aja.

Jadi kita jangan sampai dipancing mulut terus marah, nggeus marah nggeus weh, nah itu buat apa?

Tapi untuk hal ini saya ngga melarang kalau misalnya ada yang ingin mengadukan orang itu atau dibawa serius ke ranah hukum silahkan, tapi ga perlu pake saya juga karena kan semua orang punya legal standing punya hak yang sama untuk mengadukan orang ini, itu juga kalau mau ya. (Botoh.id/eko Maung/FD)

[socialpoll id=”2378316″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.