IEU PERNYATAAN SCTV & INDOSIAR TERKAIT LAGA PERSERU VS PERSIB!

Indonesia Soccer Championship () 2016 pekan ke-14 kembali bergulir yang salah satunya menggelar laga antara Perseru Serui melawan di Stadion Marora, Serui, Kepulauan Yapen, Papua, Sabtu (6/7/2016) siang.

Namun, laga tersebut nampaknya tidak akan disiarkan langsung oleh EMTEK grup selaku pemegang hak siar pertandingan turnamen ISC 2016. Hal tersebut dikatakan langsung oleh pihak stasiun televisi SCTV dan Indosiar yang merupakan bagian dari EMTEK grup.

Saat dihubungi tim .id, kedua stasiun televisi tersebut memberikan pernyataan yang sama bahwa pertandingan antara Perseru Serui melawan besok tidak akan ditayangkan.

Ieu rame lur: SAULAS PEKAN KE-14, TIM DEBUTAN BERJAYA!

“Untuk SCTV sendiri tidak menayangkan pertandingan tersebut, tetapi kami menayangkan secara langsung pertandingan Sriwijaya FC melawan PS TNI pada pukul 7 malam,” kata Customer Service SCTV ketika dihubungi Bobotoh.id, Jum’at (5/8/2016) malam WIB.

“Pertandingan Perseru melawan Persib tidak ditayangkan Indosiar,” ujar Divisi Program Tayangan Indosiar.

Seperti yang diketahui, sejauh ini laga kandang Perseru Serui pun tidak pernah ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi manapun. Dari 6 pertandingan kandangnya, tak satupun laga yang mampu ditonton oleh masyarakat pecinta sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Kompetisi dan Regulasi PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku penyelenggara turnamen ISC 2016, Ratu Tisha Destira mencoba mengungkapkan alasan mengapa pihak stasiun tv tidak menayangkan laga kandang Perseru Serui. Tisha pun menjelaskan bahwa sulitnya keadaan armada pesawat untuk mengangkut muatan alat produksi stasiun tv pun menjadi alasan utama hal tersebut.

“Memang cukup kesulitan untuk live di Serui, karena tidak ada pesawat yang bisa langsung membawa muatan untuk alat produksi yang sampai 2 ton. Itu mencakup kamera yang sampai delapan hingga pendukung seperti switcher,” papar Tisha beberapa waktu lalu dikutip dari goal.

“Sedangkan, pesawat ke sana hanya maksimal 400kg, tak mungkin melakukan pengangkutan berulang kali karena biayanya besar. Mungkin kita akan coba yang memungkinkan untuk pakai kamera tenteng biasa, kita akan coba alternatif lain,” urai Tisha tentang upaya menyiarkan laga di Marora dengan perlengkapan produksi siaran yang lebih sederhana. (Bobotoh.id/RF/Foto: GTS)

[socialpoll id=”2378294″]


[socialpoll id=”2378316″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.