KURANG TI SABULAN, 7 ‘BADAI’ MENERPA PERSIB !

Persib benar-benar sedang diuji. Rentetan ‘badai’ menerpa skuat Djajang Nurdjaman dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Diawali dengan jadwal pertandingan yang sangat memakan waktu dan tenaga hingga kecelakaan bus yang menimpa skuat saat akan pindah markas ke Kota Bogor.

Tim redaksi .id menghimpun apa saja ‘badai yang menerpa skuat .

Berikut ini rentetan ‘badai’ yang menerpa  :

1. Jadwal Papua-Padang
Jadwal Persib Bandung di pekan ke-11 dan 12 menjadi sangat luar biasa. Bagaimana tidak, Maung Bandung harus melakoni laga dari timur ke barat hanya dalam waktu kurang dari seminggu. Pada 21 Juli 2016 lalu, Persib sukses menggulung Persipura Jayapura di Stadion Mandala Jayapura. Namun 4 hari setelahnya, Maung Bandung dilibas oleh Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang dengan skor 4-0.

“Rencana kami berubah, kami coba lakukan perubahan-perubahan, tapi tetap tidak sesuai rencana. Kami harus akui, ada faktor kelelahan pemain juga. Selamat untuk Semen Padang,” ujar Djanur usai laga melawan Padang.

2. Belencoso Didepak
Keputusan manajemen untuk mengistirahatkan Juan Belencoso dan tidak akan memakainya lagi diputaran dua mendapat ‘perlawanan’ dari bobotoh. Mereka menilai, mandulnya pemain asal Spanyol itu bukan disebabkan oleh jeleknya performa pemain tersebut. Pemain ke-12 Persib ini menilai, tidak ada pemain yang mampu memanjakan Belencoso sebagai seorang target man.

Pasca statmen Umuh tentang eks pemain Kitchee FC, hastag #SaveBelencoso pun ramai disebarkan bobotoh diberbagai media sosial.

Dengan didepaknya Juan Belencoso, Persib saat ini tidak mempunyai banyak opsi untuk lini depan. Sudah barang tentu Djanur hanya akan memaksimalkan Sergio Van Dijk sebagai seorang striker tunggal.

“Menurut saya tidak beda antara ada Belencoso atau tidak. Saya striker mau cetak gol sampai sekarang masih susah yang penting proses dari tim itu lebih penting kalau menang saya senang kalau cetak gol tapi kalah saya sedih karena saya ingin menang ini bukan untuk saya sendiri,” ujar Sergio beberapa waktu lalu.

3. Badai Serui
Masalah belum tuntas, musibah melanda. Maung Bandung terdampar di Serui dan Biak pasca kalah 1-0 dari tuan rumah Perseru Serui 6 Agustus lalu.

Kepulangan skuat Maung Bandung tertunda gara-gara badai yang melanda langit Papua. Wal hasil, Persib terdampar di Serui karena pesawat yang akan membawanya ke Biak mengalami keterlambatan, Senin (8/8/2016). Akhirnya, Persib tertinggal pesawat menuju Makassar dari Biak karena delay pesawat di Serui.

Skuat Persib terpaksa menginap satu malam dan menggelar latihan malam hari di Biak. Keesokan harinya Persib baru bisa terbang dan tiba di Bandung Selasa (9/8/2016).

4. Lisensi Pelatih
Setelah melawati Badai Serui, badai kali ini datang dari mulut Badan Olahraga Profesional Indonesia dan Menpora, Imam Nahrawi. Mereka mempertanyakan status beberapa pelatih termasuk Djanur terkait lisensi yang dimilikinya.

Regulasi PT GTS mewajibkan pelatih klub di ISC berlisensi A AFC sedangkan Djanur hanya memiliki B AFC. Hal ini sontak menjadi PR buat Persib. Manajer Persib Umuh Muchtar bahkan sempat mengancam akan keluar dari ISC gara-gara hal tersebut.

”Kenapa tidak dari awal dipermasalahkannya, masak Persib mau ganti pelatih lagi?” ujar Umuh.

Namun baru-baru ini PSSI siap memfasilitasi Djanur untuk mengambil lisensi A AFC di Dubai.

5. Pindah Home Base
Pekan Olahraga Nasional Jawa Barat 2016 membuat Persib ‘terusuir’ dari Bandung. Pasalnya, dua markas mereka yaitu Si Jalak Harupat dan Gelora Bandung Lautan Api tengah dipersiapkan jadi venue utama pesata olahraga nasional itu.

Akhirnya, Persib harus melakoni laga kandang rasa tandang melawan Barito Putera, di Stadion Pakansari Bogor, Sabtu (13/8/2016) besok. Ini menjadi kali pertama Persib bermain kandang diluar Bandung setelah sebelumnya Maung Bandung hanya bermain di dua sdtaion tersebut.

6. Denda Lagi !
Persib Bandung kembali harus merogoh kocek. PT GTS menilai ada pelanggaran saat Persib menajamu Persija Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam surat tertanggal 8 Agustus tersebut dituliskan, “…di mana pada menit ke 13 terlihat penyalaan flare di tribun timur stadion dan pada menit ke 84 terlihat pelemparan botol plastik dari tribun barat stadion oleh suporter Persib Bandung.”

Persib pun diwajibkan membayar denda sebesar Rp.15 juta karena telah melanggar pasal 37 ayat (1), pasal 64 ayat (1) huruf a dan b, lampiran 1, serta pasal 115 Kode Disiplin ISC.

Kejelian PT. GTS dalam urusan denda memang pantas diacungi jempol. Akan tetapi, sanksi yang diberikan mereka terkadang pantas dan layak dipertanyakan. Pasalnya, terkadang mereka hanya memberikan sanksi ringan untuk pelanggar peraturan bahkan pelaku kriminal dalam sepak bola yang seharunya mendapat hukuman yang sangat-sangat berat.

7. Kecelakaan Bus
Yang terakhir adalah kecelakaan bus yang menimpa skuat Maung Bandung, Kamis (10/8/2016). Saat hendak bertolak ke Bogor, bus yang ditumpangi rombongan pemain menambrak bagian belakang mobil lainnya. Diduga ada masalah pada rem bus yang ditumpangi para pemain.

Meskipun tidak mengakibatkan adanya korban jiwa, kejadian bus sedikit mempengaruhi psikologis pemain Persib.

“Kondisi bus tidak terlau parah hanya kaca bagian depannya saja yang pecah. Tapi masalahnya kita sudah menunggu bus pengganti tol selama hampir dua jam. Ini yang membuat kondisi kita tidak nyaman,” Ujar Djanur. (bobotoh.id/HL)

[socialpoll id=”2354302″]


[socialpoll id=”2379994″]

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.