PENGAKUAN PEMAIN PERSINGA YANG NGAGEBUG WASIT!

Kejadian pemukulan asisten wasit II, saat pertandingan antara tuan rumah PSS Sleman dengan Persinga Ngawi ditengarai akibat ketidakpuasan pemain akan kinerja perangkat pertandingan. Pada laga ‘panas’ tersebut asisten wasit dikeroyok pemain-pemain Persinga yang tidak menerima keputusan wasit.

Laga yang dimenangkan tuan rumah dengan skor 3-0 itu memang berlangsung panas sejak menit awal. Puncaknya pada menit ke-58, ketika tendangan striker PSS Rizky Novriansyah yang membentur mistar gawang Persinga dan memantul melewati garis gawang. Kemudian bola memantul keluar gawang.

IEU RAME LUR: NGAGEBUGAN WASIT, PERSINGA TERANCAM SANKSI!

Kejadian berlangsung sangat cepat. Inilah yang memicu protes pemain Persinga. Dua pemain Laskar Ketonggo, M. Fakhur Rossi dan Andre Eka Prasetya pun terpaksa harus diganjar kartu merah karena dianggap jadi pemicu keributan.

“Ketika asisten wasit menyatakan gol, saya mendatangi dia. Namun, entah disengaja atau tidak, dia memukul kepala saya dengan tongkat bendera yang dipegangnya. Saya pun langsung emosi. Karena saya mau tanya baik-baik,” ungkap Andre Eka Prasetyaseperti yang diberitakan Bola.com, Senin, 8/8/2016.

“Saya mau melerai, tapi karena dorongan teman-teman dari belakang, saya pun terdesak. Kebetulan saat itu asisten wasit terjatuh. Saya mau menghindar, dia malah menarik celana saya. Seolah saya lah yang menginjak dia,” tutur Slamet Hariyadi.

Pelatih Persinga M. Hasan menilai dua pemainnya yang dihukum kartu merah langsung dianggap sebagai provokasi. “Itu penilaian perangkat pertandingan. Karena Andre dan Rossi sering melakukan protes. Sehingga mereka dianggap sebagai pemicu keributan,” ucap M. Hasan. (Bobotoh.id/RCK. Foto: IndonesianSC.com)

[socialpoll id=”2370416″]


[socialpoll id=”2369528″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.