SAAT DI SERUI, DJANUR DIREUREUWAS KEHADIRAN MANTAN ‘MUSUHNYA’ !

Pelatih , dikejutkan dengan kehadiran mantan lamanya dilapangan yakni Rumaropen saat masih menjadi pemain di era 80-an.

Kejadian tersebut terjadi Di Serui beberapa hari  menjelang laga tandang menghadapi Perseru Serui dalam lanjutan Indonesia Soccer Championsip (ISC) 2016 di Stadion Marora, Serui, Papua, Sabtu (6/8/16) kemarin.

“Ini pertemuan yang penuh . Mengingatkan kita akan final jaman . Dia adalah Heri Romaropen pemain Perseman Manokwari,” ungak yang akrab disapa Djanur ini.

Ieu Rame Lur : DJANUR MENGRASA MASIH BANYAK PR BERSAMA PERSIB!

Heri yang pernah gagal menggapai juara dalam karirnya karena gol tunggal Djadjang di final Perserikatan 1986 kemudian malah bercanda penuh nostalgia. “Kita kalah di final karena gol dia,” ujar Heri yang saat ini merupakan pegawai Kantor Pos di Serui.

Djadjang dan Heri memang musuh besar saat itu. Bukan hanya dua kali berduel di Babak 6 Besar dan Final, keduanya kerap harus saling menekel jika di . “Dia winger kanan, dan saya di kiri,” terang Djadjang.

Djadjang sendiri terlihat superior ketimbang Heri pada Perserikatan musim 1986 tersebut. Ia selalu mencetak gol dari dua pertandingan pada babak yang menentukan.

Pada pertemuan di babak 6 Besar, eksekusi penalti Djadjang melengkapi kemenangan PERSIB 6-0 atas Perseman. Selanjutnya di partai grand final, pelatih yang karib disapa Djanur itu mencetak satu gol penentu yang membuat PERSIB menjadi juara 1986.

Sebelum berpamitan untuk berangkat melatih, Djadjang pun bertanya tentang kekuatan Perseru Serui saat ini. Menurut Heri, mereka biasa saja. Namun, Djadjang berkilah bahwa tim tamu tak pernah menang di Serui.

“Aah, kau ini Djang, kita kan sudah pengalaman,” timpal Heri. Kedua seteru lama itu pun tertawa bersama-sama. Seperti dilanasir dari laman resmi klub. (Bobotoh.id/FD).

[socialpoll id=”2355902″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.