UPAYAKAN SJH UNTUK LAGA PERSIB VS AREMA, RK ‘MENGONTROG’ DN !

Wali Kota , Ridwan Kamil terus mengupayakan tim Bandung untuk bisa menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang kabupaten Bandung untuk menjamu Cronus di akhir putaran pertama Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 pada Sabtu 27 Agustus 2016 mendatang.

Ia pun akhirnya menemui Bupati Bandung, Dadang Naser untuk membicarakan hal tersebut dan menurutnya sang Bupati tidak keberatan dengan digunakannya Stadion berkapasitas 27 ribu kursi penonton itu.

Namun, pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan jika ada syarat yang harus dilakukan Panpel Persib bila ingin menggunakan Stadion milik pemerintah Kabupaten Bandung ini.

Ieu Rame Lur : DITUTUPAN PAPAN TRIPLEK, BOBOTOH KHAWATIRKAN RUMPUT GBLA RUSAK!

“Pak Dadang Naser enggak ada masalah. Tapi di Stadion Si Jalak Harupat ada alat-alat dan dia minta jaminan Panpel agar alat-alat bisa aman. Kita doakan saja mudah-mudahan‎ memungkinkan,” kata Ridwan Kamil seperti dikutip dari galamedianewscom.

Sebelumnya, Emil telah memberikan restu kepada Persib untuk menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (). Tapi, hal itu dipastikan batal mengingat saat ini Stadion yang berada di Kecamatan Gedebage tersebut area sekitar apangannya telah ditutupi oleh Multiplex oleh PB PON Jabar guna persiapan PON/XIX 2016 Jabar.

“Saya gentle saja sudah mengupayakan, mengizinkan, tapi urusan tidak hanya 2 pihak tapi 3 pihak dan tidak memungkinkan (digunakan Persib),” ucapnya.

Emil pun mengatakan jika pihaknya sudah berkomunikasi dengan panitia besar PON untuk mencari jalan tengah. Namun PB PON tetap bersikukuh stadion GBLA tidak bisa digunakan, karena jadwal sudah padat. Penutupan lapang harus dilakukan sebulan sebelum stadion tersebut digunakan

“Beberapa minggu sebelumnya akan ada gladi kotor dan gladi bersih. Posisi lapangannya sudah harus tertutup dengan multiplex. Itu alasannya tidak memungkinkan (digunakan Persib),” jelasnya. (Bobotoh.id/FD)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.