VIKING BORNEO: ALFONS SUDAH MEMÉNTA MAAF!

Selain manajemen Persiba, kasus SARA yang dilakukan Alfonsius Kevlan juga ditindaklanjuti oleh Bobotoh yang berada di kota Balikpapan. Melalui akun twitternya, tadi malam, Kamis, 4/8/2016 Viking Borneo atau Vikbor, salah satu distrik Viking di Kalimantan Timur menjelaskan telah mengadakan pertemuan dengan pihak Persiba dan Alfons.

Viking Borneo melakukan uji silang, cross check atau tabbayun terkait dugaan SARA dan atau penyebar kebencian (hate speech) yang dilakukan Alfons melalui akun twitternya terhadap seorang Bobotoh. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh paguyuban masyarakat Sunda yang ada di Balikpapan.

IEU RAMÉ LUR: TERSANGKUT SARA PERSIBA NGINGETAN ALFONS!

Berikut Bobotoh.id mengutip seluruh pernyataan secara utuh Viking Borneo usai pertemuan damai dengan Alfons di Balikpapan yang disiarkan melalui akun twitter Viking Borneo.

1. Menindak lanjuti dugaan hatespech th terjadi tadi kami viking borneo dan perwakilan paguyuban sunda yg ada di balikpapan mlakukan kroscek.

2. Menuju mess tmpt yg bersangkutan tinggal, hal ini kami lakukan untuk memperjelas masalah yg terjadi, hingga muncul kata2 demikian.

3. Dari pernyataan yg bersangkutan, dia mengakui kesalahan nya, karna emosi terhadap salah satu akun tweter yg slalu membuli dia dan istrinya,

4. Sehingga dia melontarkan kata2 tersebut pada Direct Mesage kepada akun tersebut, dan dia tdk menyangka akan berimbas seperti ini

5. Saat kami temui, tadi di hadapan perwakilan paguyuban sunda dan rekan2 se tim nya, dia meminta maaf yg sebesar2 secara langsung,

6. Dan ini murni masalah pribadi, jauh di luar sepakbola, atau hubungan suporter,,,

7. Dan hasil kroscek dan klarifikasi tadi akan d sampaikan pada seluruh jajaran pengurus paguyuban yg ada dsini untuk menyikapinya lebih lanjut. (Bobotoh.id/RCK)

[socialpoll id=”2333207″]


[socialpoll id=”2378316″]

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.